Tentang cinta (episode 2)

# Pembawa sejuta harapan
Pada diaryku yang selanjutnya masih tentang cinta Er, tapi aku bosan dengan kata- kata Er, aku ingin menjadi diriku sendiri dalam dunia nyataku,yaa betul Er tidak mencintai Jhon, dan aku masih belum mengenal cinta. Dan tiba- tiba ia hadir yang telah terpendam di masa laluku.
  Kamu….Setelah seseorang yang telah mengisi hidupku selama hampir tiga tahun, tiba- tiba datang kembali membawa sejuta harapan, dan pernyataan yang teramat dalam untukku, ingin ia mengukir masa – masa yang indah seperti dahulu dan ia menuliskan dalam sebuah alunan syair lagu, “yang terlupakan,,,denting piano kala jemari menari nada merambat pelan di kesunyian  malam saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang yang pernah terlupakan, hati kecil berbisik untuk kembali padanya seribu kata menggoda seribu sesal di depan mata seperti menjelma saat aku tertawa kala memberimu dosa maafkanlah, maafkanlah”. Tarian jemariku hanya berkutik di tombol delete, ingin rasanya ia segera menghapus harapan semu itu, Anne sudah tidak percaya lagi dengan rayuan yang selalu menghampirinya memberi harapan kosong yang membuat hatiku resah setiap saat. “kata- katanya terlihat tidak ada ketulusan” gumamku sambil mengenyirkan dagu dan berharap tak ada seorangpun yang tahu tentang mereka.
Pesan itu berlanjut dengan alunan syair yang terlihat indah,
Reff; rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi haruskah aku lari dari kenyataan ini, pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti. Kini kusadari dirimu tlah jauh dari sisiku kutahu tak mungkin kembali ku raih semua hanya mimpi, ingin ku coba lagi mengulang yang tlah terjadi tetapi semua sudah tak berarti, kau tinggal pergi.
Adakah kau mengerti kasih rindu hati ini tanpa kau disisiku, mungkinkah kau percaya kasih, bahwa diri ini ingin memiliki lagi,,,
Ku sadari kembali, ternyata semua khayal diri kini kutahu tak mungkin ada waktu untuk mencintaiku lagi,,,,
“hanya celotehan semata” teriakanku sambil tangannya berusaha menyeka air mata yang membasahi pipinya yang tembeb. “apakah kamu tahu sakit hatiku, perih, dengan semudah itu kamu memintaku untuk kembali” aku semakin mengeraskan teriakannya bersamaan dengan derasnya hujan di sore itu, berlian dr matanya pun tak mampu lagi ia tahan. Tak satupun Sms itu aku balas.
Semua terjadi begitu cepat dan seakan akan semua telah tersekenario, betapa menyedihkannya awalnya yang memulai adalah Rio, aku hanya perempuan yang berusaha tegar dan selalu positif thinking, entahlah apa niat dia meninggalkan Anne begitu saja, aku membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Yang membuat aku kecewa, mengapa saat ia bermaksud pergi meninggalkan semua itu, ia tak mampu mengatakannya sendiri, namun ia mengatakan lewat  sahabatku, dan sahabatku mengatakan kepadaku.  Sahabat Anne saja yang hanya mendengarkan curahan hati perempuan polos itu saja merasa sangat kecewa pada sikap Rio. Apalagi denganku yang terus berusaha tegar meskipun hatinya perih dan sangat berat tuk jalani itu semua. Dan  ia hanya terdiam dan menunggu suatu saat Sang Khaliq akan memberi petunjuk untukku. Dan benar setelah beberapa minggu, datang seorang yang entah datangnya dari mana ya aku memang sebelumnya kenal namun tak begitu dekat, hanya saja ia sering melihatku, entahlh apakah itu yang diturunkan Allah untuk mengobati hatiku ataukah yang lain aku tak mengerti.
Waktu berjalan dan suatu kejadian menimpaku, ya rasanya begitu perih, sakit dan aku tak membayangkan sebelumnya, kenapa harus terjadi, kenapa begitu tega? Suatu ketika aku ingin menjemput adikku dari sekolah, namun dia menawariku untuk bertemu, ya aku fikir untuk silaturahim apa salahnya,, ternyata apa? Tanpa aku sangka ternyata ia sedang bersama seorang  perempuan, itu adik kelasku, sangat bahagianya mereka dan aku hanya memandang kebahagiaan mereka, di tempat itu aku tak bisa membendung rasa sakit itu, rasanya aku ingin menangis, tapi saat itu aku terlantar tak ada yang memperhatikan perasaanku, mereka hanya tertawa dan aku terpaksa harus tersenyum dan berusaha tegar. Aku berfikir tak ada gunanya aku merasa sedih, tak ada yang memperdulikan isi hatiku.
Hampir satu jam aku berada di rumah temanku itu dan akhirnya aku berpamitan bersama teman-temanku dan orang tua temanku dengan sedikit senyuman, meskipun tersenyum saja aku tak kuasa, rasanya mata ini tak sanggup melawan pedihnya hati itu, yaa saat itu aku baru sadar ternyata aku benar- benar sayang padanya, tapi hatiku runtuh, seakan-akan dia telah lupa denganku tak peduli lagi denganku... yaa saat itu aku hanya bisa melihatnya dan bersikap tegar, kusambi dengan mengirim pesan kepada sahabatku, dan sahabat-sahabatku menyarankan agar aku segera meninggalkan tempat itu, mereka tak tega hatiku semakin remuk. Diperjalanan aku hanya bisa menangis dan menangis, ,, Ya Allah kenapa semua ini terjadi... ya sudahlah memang saatnya aku harus melupakannya.
Kucoba hadapi semua dengan tabah dan pasti ada hikmah dari semua masalah, I Believe That, I will find away,,, ya Alhamdulillah benar, ada seseorang yang mengungkapkan pernyataan tentang perasaannya, awalnya aku tak menghiraukannya, makin lama semakin dekat aku tak mau merespon tapi tetap saja pihak sana bertambah meyakinkan, kalau dufikir mana ada seorang perempuan yang tidak merasa tertarik pada seorang laki-laki yaa bisa dibilang hampir sempurna, dia baik, perhatian, memiliki prinsip yang kuat. Dan akhirnya kujalani trus apa adanya.
Setelah hampir sepuluh bulan, dia kembali, dia menyesali apa yang telah diperbuatnya,, di saat seperti itu dia berani menyatakan itu, akupun belum bisa menerimanya karena rasa sakit itu masih ada tapi dia terus menghubungiku dan meyakinkan bahwa dia benar- benar menyesal dengan apa yang ia putuskan sepuluh bulan yang lalu, ternyata dia menjalani semua aktifitasnya masih memikirkanku dan aku masih mengisi ruang hatinya. Di pun berjanji, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, tidak akan menyakiti lagi dan tidak akan berbuat yang membuat aku terluka. Semua isi hatinya ia tuangkan dalam sebuah tulisan, namun aku tetap belum bisa. Karena aku butuh waktu.
Tetapi hati kecilku berkata bahwa,” aku masih menyayanginya”.  Akupun tak mau kehilangan, tapi,,, semua terlanjur , orang lain telah lebih meyakinkanku untuk masa depan. Dan akupun memeberi harapan,, padahal sebenarnya hatiku bukan untuknya, lalu apa yang harus aku lakukan saat ini??.. hanya tanda tanya yang aku bisa katakan saat ini, aku ragu,,,| Ya Allah tolong lindungi hamba dari kejahatan bisikan syetan dan berilah aku jalan keluar dari permasalahan ini tanpa ada yang tersakiti.
Setelah aku berfikir dan mencari solusi dari semua ini dan aku tidak mau membohongi diriku sendiri, dan aku memilih kembali pada hanfie, karena menurutku meskipun dia mungkin tidak lebih baik dari pada orang yang mendekatiku itu tapi aku tetap memilihnya, karena dia adalah orang yang telah mngisi ruang hatiku. Setelah keputusan ini semoga dia bisa lebih dewasa dan memulainya dari awal. Tak ada yang tersakiti lagi antara kita. Dan sama-sama menjaga, terutama harga diri kita. Aku memohon pada Sang Illahi semoga keputusanku ini benar dan menuju titik terang cahaya cinta kita. Amiin,,
Aku tak mengerti mengapa aku benar-benar berharap padanya, meskipun dia telah menyakitiku. Yaa sejujurnya akupun pernah menyakitinya, tapi rasa peduli, sayang itu tak bisa terbentengi, dan tak bisa terhalangi, ya karena perasaan itu mengalir apa adanya seperti aliran air. Dan bagaikan kapal yang terseret oleh ombak sebesar apapun cinta itu masih tetap ada di hatiku. Perasaan kehilangan itu selalu muncul jika kabar tak kunjung datang, rasa khawatir pun menyelimuti diri ini ketika kau jauh dari sisi, gundah jika ketika tak ada balasan sms, kemana gerangan? Ku rindukanmu.
Aku heran apakah cinta itu tak mengenal usia. Aku khawatir jika ??...tidakk,,, aku percaya padanya pasti ia bisa menjagaku dan tulus menyayangiku. Jangan perdulikan apa kata orang. Aku berharap cinta ini tak hanya untuk permainan belaka tetapi cinta yang benar-benar tulus dan bermakna hingga akhir hayat nanti. Maafkan aku, aku hanya bisa berharap dan berharap. Allah tau yang terbaik, “Ya Allah, jadikan kami pasangan yang kau ridhoi, jika hamba boleh meminta jadikan kami pasangan dengan ridhomu, jadikan dia imamku ya Allah, yang menuntunku menuju cahayamu, Ya Allah,,,,berikan kami kelancaran dan keselamatan untuk melewati dunia yang fana ini, jagalah ia ketika ia sedih, beri jalan keluar ketika ia mengalami sebuah permasalahan, slalu lindungi dia Ya Allah,,, dan satukanlah kami dalam ikatan suci,,, amiiin.
Andai dia tau isi hatiku yang sebenarnya, aku sangat mencintainya, apakah dia melupakanku,, semoga tidak pernah. Dan semoga kau bisa penuhi janjimu untuk slalu menjagaku. Dan kaupun pernah mengatakan “ demi Allah aku serius” dan serius itu adalah serius mencintaiku, tidak untuk permainan saja. Kamupun pernah berjanji akan berubah dan terus menjagaku, terus menjagaku wahai syekhku. 
# Pembawa risalah Do’aku,,,
Berlanjut kisah cinta tentangku, Siang yang terik, ku sujudkan wajah ini kepada illahi Robbi, seluruh gerakan kulakukan dengan lumayan khusyu’. Setelahnya sholatpun tak lupa ku tengadahkan kedua telapak tanganku, ku lantunkan asma Allah dan dzikir sejenak, hati kecilku berbisik dan otakku memikirkan seseorang yang ada jauh disana, “Ya Allah, Kau Maha pemberi ampunan, ampunilah dosaku, segala kesalahan hambamu ini, berilah kesabaran pada hamba yang tak sempurna ini, jaga hati hamba ini ya Robb dari segala godaan, dan berikan kesuksesan untuk hamba ini dan berilah kesuksesan untuk dia yang disana, pertemukan hamba dengannya ketika kelak kami sama-sama sukses Ya Allah... jagalah ia selalu.  Dan air mataku terus membasahi pipi ini karena mengingatnya, dia akan pergi jauh dan apakah setelah kesuksesannya aku akan diingat, aku khawatir semua berubah karena situasi. Perasaan ini tetap ada, dan terus ada di dalam sanubariku kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara membuat kaligrafi cabang hiasan mushaf

Taman pelangi monjali