Episode 9
Aku dan jogja
Dalam Lembaran diaryku, inginku ceritakan tentang sebuah kota dimana aku tinggal sekarang dan aku menuntut ilmu, tempat akun mencari sebuah jati diri, iya itulah Jogja…aku cinta yogyakarta dan inilah ceritaku (
Bismillah
Jogja adalah kota pelajar
Jogja adalah kota wisata
Jogja tempat mewujudkan cita- cita setinggi langit, berjuanglah dan optimislah.
Sebelumnya Assalamu’alaikum buat pembaca sekalian, ane Syarifah Layli, dan Alhamdulillah aku dilahirkan dari seorang ibu yang sangat menyayangiku, hingga akhirmnya saya bisa kuliah di Yogyakarta, tepatnya UIN sunan Kalijaga ini, dan biasa disebut dengan kampus putih, tapi menurut saya ini kampus kuning karena catnya kuning, tapi sudahlah lupakan itu yang terpenting adalah bagaimana kualitas dari kampus itu sendiri. Dan tidak diragukan lagi UIN Sunan Kalijaga ini, kampus yang luar biasa yah karena dalam visi misinya yaitu integrasi interkoneksi, maksudnya, yah meskipun namanya dan pasti banyak agamanya memang tapi tujuan utama yaitu saling menyambungkan antara hokum Allah dan science. Nah itulah menjadi daya Tarik saya untuk kulaih di UIN Sunan Kalijaga.
Pada awalnya orang tua tidak memperbolehkan untuk kuliah jauh, akan tetapi aku sendiri lah yang memilihnya, Karena jika kita berani kuliah atau sekolah ke tempat yang jauh maka kemandirian kita akan terpupuk. Awalnya saya juga di pondok pesantren mdern selama 6 tahun, maka dari itu, ibu membolehkan untuk kuliah ke jogja, kota yang keras katanya. Dan karena takutnya saya memilih untuk kuliah dan tinggal di pondok pesantren. Di Yogyakarta kalau pengen cari pondok pesantren sangat banyak dan dari beberapa background, karena background orang tua muhammadiyah sayapun mencari pondok yang tidak berbasis NU. Akhirnya dapat pondok pesantren Al- Qur’an. Dan pondok pesantren yang saya tempati pun tidak muhammadiyah, lebih ke netral, malah di pondok pusatnya ustadzahnya cadaran, ya begitulah, dari situ ane mendapatkan pengalaman tersendiri, ane bisa tau bagaimana sebenarya mereka dan dimana saja boleh membuka cadar, yah aku sedikit tahu lah.
Selanjutnya, pertama kali di pondok dan saat itu opak (Orientasi kampus), ya benar- benar menjadi tantangan tersendiri, karena pondok ane ni jauh dari UIN, akhirnya mau nggak mau ane setelah subuh, ngikutin kegiatan pondok dulu, ngaji dan lainnya, setelah itu langsung ke kampus ikut acara opak. Ya, memang mepet sampainya di sana, udah disuruh baris, dan lucunya semua berlarian, karena takut dimarahi senior, ya beginilah junior.
Dalam Lembaran diaryku, inginku ceritakan tentang sebuah kota dimana aku tinggal sekarang dan aku menuntut ilmu, tempat akun mencari sebuah jati diri, iya itulah Jogja…aku cinta yogyakarta dan inilah ceritaku (
Bismillah
Jogja adalah kota pelajar
Jogja adalah kota wisata
Jogja tempat mewujudkan cita- cita setinggi langit, berjuanglah dan optimislah.
Sebelumnya Assalamu’alaikum buat pembaca sekalian, ane Syarifah Layli, dan Alhamdulillah aku dilahirkan dari seorang ibu yang sangat menyayangiku, hingga akhirmnya saya bisa kuliah di Yogyakarta, tepatnya UIN sunan Kalijaga ini, dan biasa disebut dengan kampus putih, tapi menurut saya ini kampus kuning karena catnya kuning, tapi sudahlah lupakan itu yang terpenting adalah bagaimana kualitas dari kampus itu sendiri. Dan tidak diragukan lagi UIN Sunan Kalijaga ini, kampus yang luar biasa yah karena dalam visi misinya yaitu integrasi interkoneksi, maksudnya, yah meskipun namanya dan pasti banyak agamanya memang tapi tujuan utama yaitu saling menyambungkan antara hokum Allah dan science. Nah itulah menjadi daya Tarik saya untuk kulaih di UIN Sunan Kalijaga.
Pada awalnya orang tua tidak memperbolehkan untuk kuliah jauh, akan tetapi aku sendiri lah yang memilihnya, Karena jika kita berani kuliah atau sekolah ke tempat yang jauh maka kemandirian kita akan terpupuk. Awalnya saya juga di pondok pesantren mdern selama 6 tahun, maka dari itu, ibu membolehkan untuk kuliah ke jogja, kota yang keras katanya. Dan karena takutnya saya memilih untuk kuliah dan tinggal di pondok pesantren. Di Yogyakarta kalau pengen cari pondok pesantren sangat banyak dan dari beberapa background, karena background orang tua muhammadiyah sayapun mencari pondok yang tidak berbasis NU. Akhirnya dapat pondok pesantren Al- Qur’an. Dan pondok pesantren yang saya tempati pun tidak muhammadiyah, lebih ke netral, malah di pondok pusatnya ustadzahnya cadaran, ya begitulah, dari situ ane mendapatkan pengalaman tersendiri, ane bisa tau bagaimana sebenarya mereka dan dimana saja boleh membuka cadar, yah aku sedikit tahu lah.
Selanjutnya, pertama kali di pondok dan saat itu opak (Orientasi kampus), ya benar- benar menjadi tantangan tersendiri, karena pondok ane ni jauh dari UIN, akhirnya mau nggak mau ane setelah subuh, ngikutin kegiatan pondok dulu, ngaji dan lainnya, setelah itu langsung ke kampus ikut acara opak. Ya, memang mepet sampainya di sana, udah disuruh baris, dan lucunya semua berlarian, karena takut dimarahi senior, ya beginilah junior.
Komentar
Posting Komentar