Episode 12
Syairku
Pada Lembaran terakhir kutuliskan sebuah syair untuk cinta sejatiku,
Yang selama ini selalu aku aminkan di dalam setiap do’aku dan disetiap sepertiga malamku, kadang dalam diri ini inikah cinta , dan Ya Alaah satukan kami dengan jalan yang Engkau ridhoi, dengan kami terus berdo’a kabulkanlah dan jadikanlaha kami keluarga yang sakinah mawaddah warahmah sesuai ajaran Rosulullah dan sesuai dengan pedoman umat Islam yaitu kitab Al- Qur’an.
SYAIR KERINDUAN
Kusebut namamu dalam lantunan do’aku
Meskipun kau tak mengerti arti semua itu
Berharap kau berdo’a sama denganku
Betapa indahnya jika seperti itu
Salahkah jika rasa ini terus membalutiku
Dengan segala bayanganmu
Merasa kau selalu berada disampingku
Betapa indahnya dirimu di mataku
Namun apalah,
Hati sudah ada yang memilikinya
Hati pasti terbolak- balik
Dan kuserahkan sepenuhnya pada Nya
Mengapa hati ini sangat rapuh
Sangat mudah tuk menangis
Tetesan air mata itu membasahi pipiku
Inginku hal indah akan terjadi
Sudahlah nak…
Berhentilah menangis,
Hapus segala peluh dan kesedihanmu
Mendekatlah pada Sang Pemilik Hati.
Berjuanglah dan terus berjuang
Pantaskan dirimu
Tenangkan hatimu
Biarkan cinta itu menghiasi harimu
Bukan membuatmu menangis
#berharap kau meminangku (
Dan sebelum kau meminangku, izinkan diri ini memperbaiki diri dalam segala hal, mulai dari berlatih memasak, mencuci dengan bersih, menata ruangan terutama kamar, dan aku memulai berlatih pada diriku sendiri yaitu merapikan kamarku sendiri, dan aku berkomitmen agar aku selama sebelum menikah aku ingin mencuci bajuku sendiri meskipun sebanyak apapun itu serta bagaimana kondisi cuacanyapun, bukan halangan bagiku untuk mencuci, aku mulai juga menyetrika, meskipun belum sempurna dan belum mampu jika ku kerjakan setiap hari serta minimal dalam satu minggu aku harus berbelanja di pasar tradisional dan mulai mmasak meskipun baru sederhana dan alakadarnya, tapi disamping itu aku ketika pulang kampung selalu membantu ibu memasak, ya terkadang malah aku yang memasak menggantikan ibu, karena ibuu adalah wanita karir. Wanita karir pati lebih cerdas ketika membagi waktu, karena waktu yang dimiliki sama yaitu 24 jam, sedangkan ia harus menyelesaikan tugasnya sebagai pegawai dan ia harus menuntaskan kewajibannya sebagai seorang istri dan seorang ibu, itulah tantangan, tapi aku ingin seperti ibuku, beliaulah inspirasiku.
Eitss uraian yang di atas penting, tapi yang lebih penting adalah ibadah, iya bismillah aku mulai rutinkan puasa, sholat dan tadarus, semoga bisa istiqomah dan bisa menjadi pendampingmu hingga ke surga bersama amiiin. ( semoga engkau yang selalu aku aminkan.
…. ini bukan hanya untukku, tapi untuk kalian semua yang membaca.
Sekian (
Pada Lembaran terakhir kutuliskan sebuah syair untuk cinta sejatiku,
Yang selama ini selalu aku aminkan di dalam setiap do’aku dan disetiap sepertiga malamku, kadang dalam diri ini inikah cinta , dan Ya Alaah satukan kami dengan jalan yang Engkau ridhoi, dengan kami terus berdo’a kabulkanlah dan jadikanlaha kami keluarga yang sakinah mawaddah warahmah sesuai ajaran Rosulullah dan sesuai dengan pedoman umat Islam yaitu kitab Al- Qur’an.
SYAIR KERINDUAN
Kusebut namamu dalam lantunan do’aku
Meskipun kau tak mengerti arti semua itu
Berharap kau berdo’a sama denganku
Betapa indahnya jika seperti itu
Salahkah jika rasa ini terus membalutiku
Dengan segala bayanganmu
Merasa kau selalu berada disampingku
Betapa indahnya dirimu di mataku
Namun apalah,
Hati sudah ada yang memilikinya
Hati pasti terbolak- balik
Dan kuserahkan sepenuhnya pada Nya
Mengapa hati ini sangat rapuh
Sangat mudah tuk menangis
Tetesan air mata itu membasahi pipiku
Inginku hal indah akan terjadi
Sudahlah nak…
Berhentilah menangis,
Hapus segala peluh dan kesedihanmu
Mendekatlah pada Sang Pemilik Hati.
Berjuanglah dan terus berjuang
Pantaskan dirimu
Tenangkan hatimu
Biarkan cinta itu menghiasi harimu
Bukan membuatmu menangis
#berharap kau meminangku (
Dan sebelum kau meminangku, izinkan diri ini memperbaiki diri dalam segala hal, mulai dari berlatih memasak, mencuci dengan bersih, menata ruangan terutama kamar, dan aku memulai berlatih pada diriku sendiri yaitu merapikan kamarku sendiri, dan aku berkomitmen agar aku selama sebelum menikah aku ingin mencuci bajuku sendiri meskipun sebanyak apapun itu serta bagaimana kondisi cuacanyapun, bukan halangan bagiku untuk mencuci, aku mulai juga menyetrika, meskipun belum sempurna dan belum mampu jika ku kerjakan setiap hari serta minimal dalam satu minggu aku harus berbelanja di pasar tradisional dan mulai mmasak meskipun baru sederhana dan alakadarnya, tapi disamping itu aku ketika pulang kampung selalu membantu ibu memasak, ya terkadang malah aku yang memasak menggantikan ibu, karena ibuu adalah wanita karir. Wanita karir pati lebih cerdas ketika membagi waktu, karena waktu yang dimiliki sama yaitu 24 jam, sedangkan ia harus menyelesaikan tugasnya sebagai pegawai dan ia harus menuntaskan kewajibannya sebagai seorang istri dan seorang ibu, itulah tantangan, tapi aku ingin seperti ibuku, beliaulah inspirasiku.
Eitss uraian yang di atas penting, tapi yang lebih penting adalah ibadah, iya bismillah aku mulai rutinkan puasa, sholat dan tadarus, semoga bisa istiqomah dan bisa menjadi pendampingmu hingga ke surga bersama amiiin. ( semoga engkau yang selalu aku aminkan.
…. ini bukan hanya untukku, tapi untuk kalian semua yang membaca.
Sekian (
Komentar
Posting Komentar