CeRbung cintaku
# Pembawa sejuta harapan
Setelah seseorang yang telah mengisi hidupku selama hampir tiga tahun, tiba- tiba datang kembali membawa sejuta harapan, dan pernyataan yang teramat dalam untukku, ingin ia mengukir masa – masa yang indah seperti dahulu dan ia menuliskan dalam sebuah alunan syair lagu, “yang terlupakan,,,denting piano kala jemari menari nada merambat pelan di kesunyian malam saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang yang pernah terlupakan, hati kecil berbisik untuk kembali padanya seribu kata menggoda seribu sesal di depan mata seperti menjelma saat aku tertawa kala memberimu dosa maafkanlah, maafkanlah”. Tarian jemariku hanya berkutik di tombol delete, ingin rasanya ia segera menghapus harapan semu itu, Anne sudah tidak percaya lagi dengan rayuan yang selalu menghampirinya memberi harapan kosong yang membuat hati Anne resah setiap saat. “kata- katanya terlihat tidak ada ketulusan” gumamku sambil mengenyirkan dagu dan berharap tak ada seorangpun yang tahu tentang mereka.
Pesan itu berlanjut dengan alunan syair yang terlihat indah,
Reff; rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi haruskah aku lari dari kenyataan ini, pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti. Kini kusadari dirimu tlah jauh dari sisiku kutahu tak mungkin kembali ku raih semua hanya mimpi, ingin ku coba lagi mengulang yang tlah terjadi tetapi semua sudah tak berarti, kau tinggal pergi.
Adakah kau mengerti kasih rindu hati ini tanpa kau disisiku, mungkinkah kau percaya kasih, bahwa diri ini ingin memiliki lagi,,,
Ku sadari kembali, ternyata semua khayal diri kini kutahu tak mungkin ada waktu untuk mencintaiku lagi,,,,
“hanya celotehan semata” teriakanku sambil tangannya berusaha menyeka air mata yang membasahi pipinya yang tembeb. “apakah kamu tahu sakit hatiku, perih, dengan semudah itu kamu memintaku untuk kembali” aku semakin mengeraskan teriakannya bersamaan dengan derasnya hujan di sore itu, berlian dr matanya pun tak mampu lagi ia tahan. Tak satupun Sms itu aku balas.
Semua terjadi begitu cepat dan seakan akan semua telah tersekenario, betapa menyedihkannya awalnya yang memulai adalah Rio, aku hanya perempuan yang berusaha tegar dan selalu positif thinking, entahlah apa niat dia meninggalkan Anne begitu saja, aku membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Yang membuat aku kecewa, mengapa saat ia bermaksud pergi meninggalkan semua itu, ia tak mampu mengatakannya sendiri, namun ia mengatakan lewat sahabatku, dan sahabatku mengatakan kepadaku. Sahabat Anne saja yang hanya mendengarkan curahan hati perempuan polos itu saja merasa sangat kecewa pada sikap Rio. Apalagi denganku yang terus berusaha tegar meskipun hatinya perih dan sangat berat tuk jalani itu semua. Dan ia hanya terdiam dan menunggu suatu saat Sang Khaliq akan memberi petunjuk untukku. Dan benar setelah beberapa minggu, datang seorang yang entah datangnya dari mana ya aku memang sebelumnya kenal namun tak begitu dekat, hanya saja ia sering melihatku, entahlh apakah itu yang diturunkan Allah untuk mengobati hatiku ataukah yang lain aku tak mengerti.
Waktu berjalan dan suatu kejadian menimpaku, ya rasanya begitu perih, sakit dan aku tak membayangkan sebelumnya, kenapa harus terjadi, kenapa begitu tega? Suatu ketika aku ingin menjemput adikku dari sekolah, namun dia menawariku untuk bertemu, ya aku fikir untuk silaturahim apa salahnya,, ternyata apa? Tanpa aku sangka ternyata ia sedang bersama seorang perempuan, itu adik kelasku, sangat bahagianya mereka dan aku hanya memandang kebahagiaan mereka, di tempat itu aku tak bisa membendung rasa sakit itu, rasanya aku ingin menangis, tapi saat itu aku terlantar tak ada yang memperhatikan perasaanku, mereka hanya tertawa dan aku terpaksa harus tersenyum dan berusaha tegar. Aku berfikir tak ada gunanya aku merasa sedih, tak ada yang memperdulikan isi hatiku.
Hampir satu jam aku berada di rumah temanku itu dan akhirnya aku berpamitan bersama teman-temanku dan orang tua temanku dengan sedikit senyuman, meskipun tersenyum saja aku tak kuasa, rasanya mata ini tak sanggup melawan pedihnya hati itu, yaa saat itu aku baru sadar ternyata aku benar- benar sayang padanya, tapi hatiku runtuh, seakan-akan dia telah lupa denganku tak peduli lagi denganku... yaa saat itu aku hanya bisa melihatnya dan bersikap tegar, kusambi dengan mengirim pesan kepada sahabatku, dan sahabat-sahabatku menyarankan agar aku segera meninggalkan tempat itu, mereka tak tega hatiku semakin remuk. Diperjalanan aku hanya bisa menangis dan menangis, ,, Ya Allah kenapa semua ini terjadi... ya sudahlah memang saatnya aku harus melupakannya.
Kucoba hadapi semua dengan tabah dan pasti ada hikmah dari semua masalah, I Believe That, I will find away,,, ya Alhamdulillah benar, ada seseorang yang mengungkapkan pernyataan tentang perasaannya, awalnya aku tak menghiraukannya, makin lama semakin dekat aku tak mau merespon tapi tetap saja pihak sana bertambah meyakinkan, kalau dufikir mana ada seorang perempuan yang tidak merasa tertarik pada seorang laki-laki yaa bisa dibilang hampir sempurna, dia baik, perhatian, memiliki prinsip yang kuat. Dan akhirnya kujalani trus apa adanya.
Setelah hampir sepuluh bulan, dia kembali, dia menyesali apa yang telah diperbuatnya,, di saat seperti itu dia berani menyatakan itu, akupun belum bisa menerimanya karena rasa sakit itu masih ada tapi dia terus menghubungiku dan meyakinkan bahwa dia benar- benar menyesal dengan apa yang ia putuskan sepuluh bulan yang lalu, ternyata dia menjalani semua aktifitasnya masih memikirkanku dan aku masih mengisi ruang hatinya. Di pun berjanji, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, tidak akan menyakiti lagi dan tidak akan berbuat yang membuat aku terluka. Semua isi hatinya ia tuangkan dalam sebuah tulisan, namun aku tetap belum bisa. Karena aku butuh waktu.
Tetapi hati kecilku berkata bahwa,” aku masih menyayanginya”. Akupun tak mau kehilangan, tapi,,, semua terlanjur , orang lain telah lebih meyakinkanku untuk masa depan. Dan akupun memeberi harapan,, padahal sebenarnya hatiku bukan untuknya, lalu apa yang harus aku lakukan saat ini??.. hanya tanda tanya yang aku bisa katakan saat ini, aku ragu,,,| Ya Allah tolong lindungi hamba dari kejahatan bisikan syetan dan berilah aku jalan keluar dari permasalahan ini tanpa ada yang tersakiti.
Setelah aku berfikir dan mencari solusi dari semua ini dan aku tidak mau membohongi diriku sendiri, dan aku memilih kembali pada hanfie, karena menurutku meskipun dia mungkin tidak lebih baik dari pada orang yang mendekatiku itu tapi aku tetap memilihnya, karena dia adalah orang yang telah mngisi ruang hatiku. Setelah keputusan ini semoga dia bisa lebih dewasa dan memulainya dari awal. Tak ada yang tersakiti lagi antara kita. Dan sama-sama menjaga, terutama harga diri kita. Aku memohon pada Sang Illahi semoga keputusanku ini benar dan menuju titik terang cahaya cinta kita. Amiin,,
Aku tak mengerti mengapa aku benar-benar berharap padanya, meskipun dia telah menyakitiku. Yaa sejujurnya akupun pernah menyakitinya, tapi rasa peduli, sayang itu tak bisa terbentengi, dan tak bisa terhalangi, ya karena perasaan itu mengalir apa adanya seperti aliran air. Dan bagaikan kapal yang terseret oleh ombak sebesar apapun cinta itu masih tetap ada di hatiku. Perasaan kehilangan itu selalu muncul jika kabar tak kunjung datang, rasa khawatir pun menyelimuti diri ini ketika kau jauh dari sisi, gundah jika ketika tak ada balasan sms, kemana gerangan? Ku rindukanmu.
Aku heran apakah cinta itu tak mengenal usia. Aku khawatir jika ??...tidakk,,, aku percaya padanya pasti ia bisa menjagaku dan tulus menyayangiku. Jangan perdulikan apa kata orang. Aku berharap cinta ini tak hanya untuk permainan belaka tetapi cinta yang benar-benar tulus dan bermakna hingga akhir hayat nanti. Maafkan aku, aku hanya bisa berharap dan berharap. Allah tau yang terbaik, “Ya Allah, jadikan kami pasangan yang kau ridhoi, jika hamba boleh meminta jadikan kami pasangan dengan ridhomu, jadikan dia imamku ya Allah, yang menuntunku menuju cahayamu, Ya Allah,,,,berikan kami kelancaran dan keselamatan untuk melewati dunia yang fana ini, jagalah ia ketika ia sedih, beri jalan keluar ketika ia mengalami sebuah permasalahan, slalu lindungi dia Ya Allah,,, dan satukanlah kami dalam ikatan suci,,, amiiin.
Andai dia tau isi hatiku yang sebenarnya, aku sangat mencintainya, apakah dia melupakanku,, semoga tidak pernah. Dan semoga kau bisa penuhi janjimu untuk slalu menjagaku. Dan kaupun pernah mengatakan “ demi Allah aku serius” dan serius itu adalah serius mencintaiku, tidak untuk permainan saja. Kamupun pernah berjanji akan berubah dan terus menjagaku, terus menjagaku wahai syekhku.
# Pembawa risalah Do’aku,,,
Berlanjut kisah cinta tentangku, Siang yang terik, ku sujudkan wajah ini kepada illahi Robbi, seluruh gerakan kulakukan dengan lumayan khusyu’. Setelahnya sholatpun tak lupa ku tengadahkan kedua telapak tanganku, ku lantunkan asma Allah dan dzikir sejenak, hati kecilku berbisik dan otakku memikirkan seseorang yang ada jauh disana, “Ya Allah, Kau Maha pemberi ampunan, ampunilah dosaku, segala kesalahan hambamu ini, berilah kesabaran pada hamba yang tak sempurna ini, jaga hati hamba ini ya Robb dari segala godaan, dan berikan kesuksesan untuk hamba ini dan berilah kesuksesan untuk dia yang disana, pertemukan hamba dengannya ketika kelak kami sama-sama sukses Ya Allah... jagalah ia selalu. Dan air mataku terus membasahi pipi ini karena mengingatnya, dia akan pergi jauh dan apakah setelah kesuksesannya aku akan diingat, aku khawatir semua berubah karena situasi. Perasaan ini tetap ada, dan terus ada di dalam sanubariku kasih.
# Pembawa rasa Cemburu....
Banyak yang bilang kalau cemburu itu adalah tanda cinta, yaah bisa dibilang seperti itu karena jika seseorang yang kita cintai dan kita sayangi itu tiba-tiba memberi perhatian kepada orang lain dan terlihat dekat diantara mereka jelas kita merasa tersakiti dan rasa tak suka pada orang yang dekat dengan seseorang yang kita cintai. Seperti aku ini, ketika suatu malam, saat itu aku sedang iseng membuka facebook dan ternyata orang yang aku sayangi itu dia menulis coment yang ditujukan pada orang lain, aku tak mempersalahkan dia coment ke dinding siapa dia ngelike statusnya siapa yaah aku terima saja dan aku faham akupun tak mau dikekang, aku tak membatasi dia berteman dengan siapa saja, tapi kalau cara comentnnya seperti itu dan sangat manis, perempuan mana yang tidak terbang, di beri perhatian lah. Saat itu malam semakin bergemuruh hatiku sakit, tapi aku berusaha untuk tetap tegar, tetap berhusnudzon tak ada hubungan apa-apa lagi diantara mereka. Aku heran kenapa dia tak tegas mengatakan apa adanya, dia seorang laki-laki, iya memang sakit ketika ditolak, tapi apabila perasaan itu tidak dipertahankan salah satu saja dampaknya keduanya akan sakit teramat, aku melihat dinding facebook perempuan itu yang berinisial Z, aku tak tau watak dia keseluruhan, tapi aku sudah sedikit tau dari caranya menulis status, cara dia menyapa orang cara tatap dia, dia sangat lugu kelihatannya tetapi aku tak tau. Aku tak mau suudzon mungkin dia lebih baik dari aku.
Setelah itu aku menanyakan tentang perasaan dia pada si z, ternyata dia berani bilang, “DEMI ALLAH ngga’” iya aku percaya dan slalu percaya meskipun malam itu air mataku tak bisa lagi ku bendung, dan membanjiri wajahku. aku tau cinta laki-laki itu tak lebih dari selembar sampul, akan tetapi cinta seorang perempuan bak lembaran-lemabaran kertas, jadi seperti 100 banding 10 hanya sedikit, meskipun seoarang lki-laki membuat kecewa seorang perempuan yang sangat ia cintai tapi tetap perempuan lebih memilih bersabar ya mungkin hanya sebagian dan sebagian yang lain dari pada terus disakiti lebih baik pergi, dan jauh dari dia. aku tak sesempurna orang di luar sana, tapi andai kau tau betapa besar cinta ini padamu. Namun sayang kapankah kau menegerti. Meskipun air mataku terus jatuh ketika kau masih mengurusi z itu aku memilih bersabar, dan terus membuatmu nyaman meskipun hati perih, tapi yang aku suka, kau selalu memberi senyuman itu padaku yang membuatku terus percaya. Terimakasih. (-6/ 08 /2014).
Mengapa dari dulu kita dipisahkan oleh tempat dan waktu, sangat jauh dan semakin jauh, saat SMA jarak Solo-Sragen, dan banyak masalah yang timbul, mungkin karena masih labil jadi seperti itulah, dan hampir semuanya hilang. Tapi memang perasaan itu tak bias dibohongi, tetap saja 2 sejoli itu bersama lagi. Dan sekarang jenjang kuliah apalagi, dia ada di pondok solo untuk satu tahun pendalaman bahasa dan 4 tahun yang akan datang dia ada di Madinah, apakah ini sebuah solusi agar kita tidak terjerumus pergaulan dan rasa sakit hati di masa kuliah? Entahlah, aku tak tau itu.
Yaa kita g bakal tau bagaimana akhir dari kisah cinta sejoli ini, aq berharap mereka disatukan oleh jalinan suci. Ya Allah kabulkan do’aku dan do’a nya. Dan kita bias hidup bersama. Yah apapu kita harus jalani dulu apa adanya, dan harus mempersiapkan segala kemungkinan. Namanya hati bisa dibolak balik. Yaah jalani apa adanya dan gapai dulu cita-cita kita untuk masa depan. Gapaiii impian-impian, berprestasi di kampus dan CUM LAUDE ….capailah, dan tetap semangat….
19/8/2014
#Pembawa bulan sabit di Malam ini... ketika ham[pir satu minggu tidak saling memeberi kabar, yah lagi- lagi aku yang terlebih dahulu mengirim sms padanya, yah itu karena aku ingin peduli dengannya, entah dia tau atau tidak, tapi apa itu cara dia, setelah aku sms, dia meminta untuk ditelfon, mungkin itu cara ia menghilangkan rasa rindu itu, rasanya setelah berbincang- bincang 1 jam,, kami saling bertkar cerit, karena dia di pondok jadi ya ceritanya seperti itu, lalu aku sampaikan apa yang tejadi tadi pagi dan kisahku yang lain, aku mengamati ketika aq berbicara tentang laki- laki teman sekelas se organisasi dan masih banyak lagi, tapi cara memperlihatkan kecemburuannya dia hanya diam dan yaa seperti itu lah, aq senang banget lkalo dia cemburu artinya dia sayang sama aku...
#Pembawa rasa bimbang...
Apa yang harus aku lakukan saat ini, ya Allah, aku merasa telah benar- benar kurang nyamna berada di tempat ini padahal lingkungan mendukungku tapi dari individunya sendiri membuatku semakin tertekan, aku bingung harus bercerita dengan siapa lagi, aku telah ungkapkan kejenuhanku pada kakakku tapi ia pun tak memberi solusi yang menurutku pas untuk aku, masih mbelum jelas, aku merasa ada yang kurang di hidupku saat ini, ya Allah tolong hambamu saat ini. Memang aku akui aku termasuk santri yang nakal mungkin dari semua santri yang paling susah di atur adalah aku, apalagi yang aku belum bisa bagi waktu untuk kuliah juga setoran pondok lah,, ya Allah apa ini termasuk cobaanmu untukku.
Aku merasa setiap apa yang aku lakukan ada saja orang yang kurang menyukaiku, apa salahku?, iya terkadang aku egois suka berdiam diri yang kurang jelas, karena itu lakukan agar menahan emosiku atau jika aku merasa lelah aku lebih baik diam, aku hanya takut jika aku mengeluarkan keluh kesahku malah membuat orang yang mendengan jenuh dan malas, aku tak mau semua itu terjadi, ya Rabb hanya kepadamu aku berpasrah diri kali ini, akankah aku bertahan di pondok yang istimewa ini, atau aku harus mencari sesuatu ketenangan, entahlah,,, saat ini aku hanya butuh seseorang yang menenangkan hatiku, entah itu memberiku motivasi membuatku bangkit lagi atau malah memberi solusi untuk masalahku ini.
Apa yang harus aku utamakan saat ini, kuliah, pondok pesantren atau organisasi atau pengembangan bakat, ya Rabb,,, ya Allah ,, ya Kholiq ,,,
Jika dikembalikan pada tujuan awal ke jogja ya untuk menuntut ilmu dan untuk kuliah pastinya, akan tetapi disamping itu aku ingin mengembangkan bakatku yang selama ini aku sedang mncarinya, dan tidak hanya itu aku pun ke jogja agar aku bisa kuliah cum laude.
Merenung ...
Lagi- lagi pertanyaan itu muncul dari benakku, sudah berapa kali kah kamu tertawa terbahak- bahak, sudah berapa jam kah kamu menyia- nyiakan waktu yang ada untuk berbuat yang tidak baik, berapa kali kah kamu bermaksiat kepada Allah, apakah sudah bisa menghindarkan dari marah- marah dan sebagainya, pertanyaan yang selalu muncul seusai pulang dari kampus, entah kenapa aku selalu merasa di kampus aku tidak jarang untuk menyia nyiakan waktu untuk hak yang terkadang tidak bermanfaat, termasuk ngobrol kanan kiri, depan belakang, dan masih banyak lagi. Padahal sudah berkali- kali pernyataan itu selalu ada untukku, kenapa juga selalu saja aku ulangi perbuatan itu, menyesal jika mengingat tentang itu, aku ingin menjaga itu, jangan sampai segala sesuatu yang menyimpang terjadi, Astaghfirullah,,, luruskan, tata niat kembali untuk menyambut masa depan yang cerah,, saatnya hafalan,, bismillah (
28 Mei 2015 19.54
Gumamku malam ini..
Kembali kulanjutkan kisahku di kota pelajar, Yogyakarta, yaa Yogyakarta, jika telah malam, apalagi di Malioboro jalanan dipenuhi kendaraan dari mulai becak alias beroda tiga hingga beroda 4 mobil dan bus- bus besar yang memenuhi parkiran. Malam ini aku ingin bercerita tentang kisahku di kampus tadi pagi, sepeerti biasa aku berangkat ke kampus jam 08.20, aku meninggalkan pondok dengan keadaan semua pakaian telah bersih dan tidak ada tanggungan mencuci, kemudian pergi ke pasar dulu untuk membeli makanan untuk di jual di kampus. Yaah itu adalah program angkatan jurusanku, nah pas banget aku yang jadi wakil ketua sementara ini itu semua yang mengurus adalah aku, hitung- hitung sekalian untuk belajar interpreneur, meskipun setelah aku hiting tadi laba yaa ngga’ seberapa, tapi tak apa yang terpenting adalah barang habis, itu saja aku sudah senang dan rasanya puas, semakin semangat untuk berjualan lagi, dan saat mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam aku trkantuk- kantuk rasanya mata ini tak bisa diajak kompromi, entahlah kenapa seperti ini, padahal dosen serius menjelaskan materi, rasanya pengen sekali membuka mata ini tapi sangat susah, setelah dosen memaparkan semua materinya, akhirnya sesi tanya jawab pun dibuka, dan untuk menghilangkan rasa kantuk itu aku bertanya pada beliau, sekitar umat islam dan pendidikan, yah sangat memuaskan.
Setelah kuliah selesai aku langsung bergegas ke CSC tempat latihan kaligrafi, aku bertemu dengan teman- temanku semuanya, rasanya bahagia sekali, rasanya seperti keluarga kau sendiri, itulah yang membuatku bisa menikmati kehidupan di jogja, dan kami pun memiliki pangilan akrab dari mulai emak dan anak- anak dari yang paling besar kepada yang paling kecil, seru pokoknya, dan setelah seusai latihan semua teman ke warung makan untuk makan bareng tapi kali ini aku tidak bisa ikut, tak apa,. Semoga mereka memahami aku yang ada di pondok, aku yakin itu mereka mengerti dan memahamiku, padahal terkadang emak aku dan kakak- kakak lain menyuruhku untuk keluar dari pondok, tapi apa bisa buat aku tidak bisa melakukan sekarang karena cita- cita ku belum terwujud aku ingin mendalami ilmu Al- Qur’an dan aku ingin bisa mendakwahkannya. Semua itu aku yakini akan terwujud dan disini aku mulai berproses.
Tak jarang aku ingin meneteskan air mata ini jika memikirkan amsa depaaku, akankah aku bisa membuat orang tuaku bahagia dengan adanya aku,,, semoga Isa amiin,, aku pasrahkan semua kepada Allah.
Malam ini pula jatahku masak di pondok yang biasanya masak telor buat sembilan orang sekarang menjadi 26 orang luar biasa,, tapi tak apalah
Menangis,,,,
Saat ini aku hanya bisa menangis, dan menyepi sendiri di pojokan kamar, aku tak bisa lagi menahan air mataku saat ini, mungkin benar memang saat ini aku harus selalu introspeksi diri, apalagi calon penghafal Al- Qur’an, semua butuh pensucian diri karena Al- qur’an itu suci dan tidak sembarang orang Al- Qur’an itu bisa menyatu, termasuk aku, yang masih sangat banyak diperbaiki dari aku, mulai dari Akhlaqku perilaku ku, adabku, pergaulanku dan banyak lagi, apalagi setelah aku izin, semuanya di ungkapkan, muali dari aku jarang piket aku setiap belang belum bisa mencapai target, pulang malam dan masih banyk lagi kekuranganku, aku sadari aku lakukan itu ya karena aku ingin sedikit merasakan kebersamaan di luar bersama- teman- teman, tapi ternyat itu salah, tidak seharusnya seorang perempuan pergi pada malam hari apalagi laki- laki dan perempuan gabung disitu, pertimbangan lain mengapa musrifahku tidak mengizinkaku untuk ke kudus yaitu karena itu bersama teman- teman lelaki, kalaupun itu untuk akhwat saja, beliau akan mengizinkan.
Memang aku rasakan ini sangat berat ketika dahulu aku sangat menginginkan untuk bisa pergi ke kudus bersama teman- teman untuk melihat bagaimanakah lembaga seni kaligrafi itu, gimana sebenarnya bapak asyiri itu, itu semua ketika sekarang itu sudah di depan mata tinggal melangkah ternyata belum bisa aku kesana dari pihak pondok belum mengizinkan, mungkin belum saatnya aku pergi kesana, entahlah,, aku yakin pasti Allah akan memberi gantinya nanti yang lebih indah dan Semoga Allah memperkenankanku untuk bisa rihlah ke luar negeri, turki, Pasria, mesir dan yang lainnya, amiin. Aku yakin Allah pasti punya rencana yang lebih baik untuk semua hambanya. Dan inilah yag harus dilalui jika ingin mencapai kesuksesan.
Aku juga sempat bertanya dan meminta masukan oleh Bapak Kajurku ketika usai aku masuk mata kuliah nahwu, aku ungkapkan semua yang aku rasakan, meskipun beliau terlihat santai, tetapi beliau tetap memberi solusi yang baik, rangkaian kata yang bisa aku ambil dari nasehat beliau adalah, “Untuk Meraih Sesuatu yang Besar menang Butuh Perjuangan yang besar pula” dan banyak cerita dari beliau yang aku ambil, kakak beliau bisa menghafal tanpa butuh guru pembimbing, ia menghafal terus hingga selesai setelah itu baru beliau menyetorkan semua nya kepada pembimbing.
Banyak pilihan yang beliau tawrkan, bisa aku masih bertahan mondok lanjutkan perjuangan untukmenghafal Al- Qur’an dan bisa keluar di kos atau selain pondok tetapi dengan catatan aku harus bisa mmenej waktu dengan sebaik- baiknya, itulah nasehat beliau, dan aku meminta masukan apa yang terbaik wahai ustadz? ustadzku pun menjawab: iya bertahanlah di pondok, dan berjuanglah sekuat tenaga maksimalkan apa yang ada pada diri kamu sendiri seimbangkan antara kaligrafi dan Tahfidz kamu, pasti akn menjadi orang yang hebat.
Apakah harus....?
Kali ini aku benar- benar semakin bingung dengan semua keadaan ini, rumit, ditambah lagi ketika hari ini aku mendapat tugas untuk menyelesaikan lomba di Sleman, yang awalnya deadline pengumpulan ahad berganti dengan kamis, kamipun yang lomba bingung dab ketetran, mulai dari yang lomba lukis hingga yang mushaf seperti aku,
Ya Allah inikah pilihan??
Ketika aku benar- benar di ujung tanduk serasa hati ingin berteriak mengungkapkan semua kegundahan dalam diri ini, Yarabb kuatkan hamba mu yang lemah ini, aku benar- benar telah merasakan sebuah kebertolakan antara hati dan realita. Aku sekarang hidup di pondok sedangkan aku tidak bisa berbuat apa- apa, padahala aku seoarang yang tidak ingin diam dalam segala aktivitas, kalaupun kebanyakan diam pasti malah mengantuk.
Aku benar- benar ingin mencari suasana lain, aku mengalami sebuah kebosanana berada di lingkungan pondok sejak SMP, entahlah, aku aktiv dan disisi lain aku ingin mengembangkan kaligrafiku, aku ingin maksimal disitu tanpa ada pengorbanan pada aktivitas yang lain, dari apada kau terus berada di pondok ini aku tidak bisa maksimal dalam kaligrfai dan pelajaran kampus seperti bahasa arab pun tak jarang aku harus bekerja lebih ekstra karena di pondok tidak ada kajian kitab.
Tadi setelah aku mengrjakan karya, aku meminta izin kepada pembina untuk pulang telat, ya karena aku mengerjakan karya itu, akan tetapi aku hanya diberi kesempatan hingga isya’, begitu nakalanya aku menambahi waktu itu hingga jam 8, ya allah ampuni hambamu ini,aku pun merasa khawatir karya aku belum selesai sedangkan aku harus kembali ke pondok isya’, posisi sangat rumit. Ketika disana aku merasa bahagia karena berada di dekat keluarga kaligrafi, aku seperti tidak ada beban karena diberengi dengan canda tawa, yang tidak bisa aku ungkapkan dengan untaian kata seindah apapun, semua berjalan dengan selaras.
Ketika aku meminta izin kepada salaha satu kakakku disana, “aku harus pulang, aku takut dimarahi oleh musrifahku”, temanku pun menanggapi denga sedikit canda, mereka berkata, “udah peh keluar aja dari pondok, demi cita- citamu”, aku mnyahuti mereka, “ eh jangan seprti itu, belum waktunya.” Begitulah canda tawa dilontarkan oleh hampir semua kawanku, mulai dari emakku abangku dan kakak- kakaku. Tantangan lagi untuk diriku, dua hari yang lalu aku meminta pendapat dari mulai ketua jurusan/ prodi, teman yang berad di pondok dan teman yang benar- benar berada di luar atau diistilahkan kos. Mereka semua memberi saran padaku terserah pada diri kamu sendiri yang bisa menentukan keputusanmu pun ya kamu karena kamu telah dewasa, nah gelar DEWASA inilah yang membuatku semakin tertantang apa makna dari dewasa ini, mau tidak mau aku tetap akn menjadi dewasa. Harus bisa menyelesaikan masalah sendiri dan mencoba tidak lari dari sebuah masalah.
Nah setelah itu aku berfikir aku saatnya untuk mencari suasana baru, namun lagi- lagi ada banyak ketakutan yang ada di benakku. Sudahlah,, aku mendengar suara musrifah saja takutnya bukan main, ketika ingin mengambil nasi kok tiba- iba ada suara itu aku mending tidak makan. Ini bukan dewasa, aku masih kekanak- kanakan. Sekarang ini akau memiliki PR bagaimana akau bisa menghadapi semua ini tanpa harus membuat nama baik tercoreng, prinsipku dimanapun aku harus memberi kesan yang baik terhadap semuanya, aku harus bisa memberikan sebuah penghargaan untuk para musrifahku, karena tanpa mereka pun aku tidak diperhatikan. Sungguh perjalanan hidup memang terkadang harus seperti ini.
Pertanyaan besar di benakku, “APAKAH FUNGSI DARI SEBUAH PILIHAN ITU HARUS SELALU UNTUK IPILIH SALAH SATU, DAN YANG BENAR HANYA SATU?” bisakah fungsi itu dihilangkan? Ataupun diganti?..
Menghadap pintu..dan melupakan
Malam ini, ku merasakan sesuatu yang berbeda ketika ku mendapatkan sebuah sms dari seseorang yang berharga untukku. Aku merasa ia tetap ada unutkku, ia selalu ingat apa yang aku lakukan, padahal disini aku terkadang tak mngingatnya. Ketika ia bertanya , Anne besok jadi lomba?”, ternyata ia masih ingat, lalu aku bilang padanya ia jadi...mohon do’anya, pesan singkat iy lontarkan, “Iyaa, berjanjilah agar tidak bersedih ketika kamu belum berhasil, dan jangan tinggi hati ketika kau menang”.
Sms itu terasa berbeda dengan sms yang lain. Rasa itu masih terpendam. Dan mungkin ia masih menyimpannya,.
Lagi- lagi ia datang dengan sejuta harapan dan kerinduan, ingin ku hapus rasa itu dengan paksaan, namun tak mampu, rasa itu telah menusuk di dalam hati. Tapi hai yang sesungguhnya aku telah melupakannya, iya melupakannya. Untuk selamanya, dan rasa itu menjadi teman seutuhnya, karena penghianatan menyelimutinya dan bayangan kisah pahit dahulu terus tertanam dalam. Lupakan dan lupakan.
Ketika rindu menyapa
09 mei 2015-05-09 (09.13 )
Kta siapa aku keluar karena ada keburukan? Andai kamu tau aku tak seperti itu,,, apa kamu nggak punya hatii?... aku benar- benar tidak nyaman dengan adanya kamu disini,semoga kamu sadar. aku pun merasa ya tidak
Perjalanan ke palu.. berangkat dari yogyakarta jam 13.00 WIB, kemudian naik pesawat dan transit di balikpapan jam 15.00 WIB, balikpapan kota yang sangat bersih, dan sangat rapi.
Lalu dari balikpapan jam 20.00 menuju palu, sampai dipalu jam 23.00 WITA
Sesampai di sana di hotel, lalu packing- packing. dan tidur, bangun pagi jam 07.00 pembukaan di lapangan dipanggil sesuai ontingennya, sambutan yang ramai pula dari tuan rumah, menjadikan pendatang menjadi nyaman dan sangat merasa dihormati.
Pukul 3, technical meeting.
Jati diri,,, kenapa aku selalu merasakan yang berbeda apakah sebenarnya diri ini, siapa aku ini, aku merasa aku belum menemukan jati diri apakah ini bukan wilayahku, ya Allah aku sekarang semester dua dan aku benar- benar merasakan sesuatu yang kosong dari dalam diriku, ya Allah gimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku disini merasa hanya menghabiskan waktu, sekarang aku lebih banyak tertawa, ketika semua orang sedang sibuk denga acaranya aku hanya seperti anak kecil yang mencari mainan yang ia suka di dalam kotak yang tergembok dengan kuatnya. padahal aku sudah keluar dari pondok,apa yang harus aku lakukan, semua itu berjalan dengan cepatnya, aku harus menemukan siapa diriku, aku harus punya keyakinan, malam yang sunyi ini pula aku teringat dengan kakak kelasku yang berada di pondok, dia mengatakan bahwa, “ ingat ketika kamu sudah berumur 20 tahun kamu akan mendapatkan suatu yang kau impikan bersama dengan lelaki yang kau impikan.
# Pembawa sinar mentari pagi ini
Suara pesawat yang tak asing lagi dan selalu menemani pagi hariku, kicauan burung menjadi melodi yang ikut meramaikan suasana pagi yang terlihat cerah ini. Aku tersenyum jauh di angkasa, dan selalu saja berandai andai, akankah aku bisa menaiki pesawat terbang, dan andaikan aku naik pesawat terbang mungkin aku akan tersenyum dan bersyukur pada illahi, aku berharap pengandaianku selama ini menjadi sebuah do’a di masa depanku kelak, Amiin Ya Allah.
Dan sekarang aku bukanlah seorang santri lagi, banyak orang yang notabene iya telah berada di pondok pesantren lumayan lama, dan ingin keluar, terkadang mereka takut dan was- was, apakah bisa serajin di pondk, apa bisa aku menjaga diri dan masih bangayk lagi kekhawatiran yang ada di benak mereka para santri. Namun aku berbeda, aku mencoba untuk tidak menjadi santri lagi, padahal dari SMP aku telah berada di pondok pesantren, dan sekarang saat aku menduduki bangku kuliah ahirnya aku lebih memilih untuk ngekos, dan ya aku beribu- ribu pertimbangan untuk memutuskan untuk pindah ke kos, hampir semua teman dari mulai yang ia mondok di pondok pesantren yang ketat, pondok pesantren yang sedang sampai temanku yang tinggal di kos, tanggapan mereka pasti berbeda- beda, yah aku yakin itu, karena mereka juga berasal dari latar belakang yang berbeda. Komentar dari mereka, “semua tergantung orangnya, kita bisa mengontrol dan nyaman ya kembali kepada si pelakunya”, aku sedikit memutar otak, yaa orang yang seperti apa senenarnya yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bisa mengendalikan diri, terus bedanya santri dan anak kos itu dimananya.
Setelah beberapa saat aku mendapatkan jawabannya, ya ternyata kalau santri memang ia merasa diawasi dan jadwal selalu terkomntrol, memang itu pasti berlaku kenapa?, karena di setiap pondok pesantren mereka memilii program sendiri, dan jadwal telah tersusun dengan rapi, sedangkan anak kos yang bisa membagi waktu ya diri sendiri. Sebenarnya rutinitas dari pondok bisa diterapkan di kos, tapi sayangnya tak semudah itu karena ya memang yang memebedakan di pondok pesantren ada murabbi atau pengasuh sedangkan di kos ya kita sendiri yang harus aktif mencari tentor di luar ataupun ya kita sendiri yang mengontrol, intinya itu.
Dan sekarang aku merasakannya ketika aku berada di kos, hari pertama aku benar- benar merasakan sesuatu yang sangat berbeda, aku merasa kesepian dan aku merasa aku benar- benar sendiri, tapi Alhamdulillah semua perasaan itu aku tepis dan aku mencoba menikmatinya tanpa harus ada keluh kesahnya. Karena kau berfikir jika kau terus mengikuti perasaan yang tidak nyaman ya selamanya aku akn diperbudak olenya, lalu malam itu aku baringkan badan ini pada tempat tidur dan Alhamdulillahsetelah beberapa saat mataku terpejam dan hingga jam 03.00 aku terbangun, Alahmdulilah aku bisa bangun dan melaksanakan sholat tahajjud. Aku berharap kebiasaan itu akan terus ada di hari- hari ke depan.
Tapi suatu saat harapanku itu tidak sesuai dengan kenyataan, di suatu pagi aku benar- benar menyesal dan ingin menagis, karena aku bangun pagi jam 06.30, ya Allah rasa panik itu terus mengikutiku. Aku benar- benar menyesal, aku tak mau itu terulang kembali.
Dan selama aku ngekos, aku belum memiliki satu galon untuk minum, akhirnya aku setiap hari mengandalkan air galon yang ada di masjid, jika air di masjid habis ya terpaksa aku harus membeli botol kecil, sebenarnya kurang efisien tetapai bagaimna lagi aku belum ada niatan untuk membeli galon, pernah di suatu malam, ketika setelah aku pulang dari acara organisasi aku benar- benar haus dan air minum hanya ada beberapa tegukan saja, sebenarnya aku ingin membeli di luar tapi malam sudah terlanjur sunyi dan larut, aku tak mungkin memaksakan untuk keluar dan membeli nya. Akhirnya aku minum air seadanya dan aku paksakan untuk tidur, dan Alhamdulillah aku terlelap dan bangun jam 4, lalu bergegas aku ke kamar mandi untuk wudhu dan memanfaatkan sedikit waktu menjelang sholat subuh aku sholat tahajjud. Ketika 2 rekaat sholat tahajjud tiba- tiba suara hpku membuatku terkejut dan sepertinya suara nada dering panggilan, ternyata benar itu adalah ibuku, aku senang sekali mendengar suara beliau, do’aku selalu menyertaimu bunda sayaang.
(sabtu, 06 juni 2015)
Ya Allah bantu hamba,,,
Di bawah pohon yang rindang ini aku sedang memikirkan sesuatu yang sangat urgent menurutku untuk keadaanku saat ini, aku merasa sangat berat, astaghfirullah, inikah cobaan untukku dan peringatan agar aku semakin dekat denganmu ya Rabb, aku mohon ampunanmu, dan aku takut dengan cobaan yang seperti ini aku malah jauh dariMu. Aku harus tabah, aku baru bisa merasakan saat ini aku merasa sulit dan merasakan menjadi anak kos, makan mencari sendiri gaya hidup, sholat dan semuanya serba mandiri, berbuat salah tidak ada yang mengingatkan jika tak ada makan tak ada pula yang tahu, semua serba mandiri.
Ini sangat berbeda dibanding ketika aku masih di semester satu, aku berada di pondok dan masalah makan telah disediakan di pondok satu hari 3 kali, ketika aku telat ke masjid mendapat teguran, ketika aku berbuat salah teman- teman selalu mengingatkan meskipun terkadang hanya mendiamkan, tetapi diam mereka adalah salah satu teguran untukku saat aku benar- benar di jalan yang tidak sesuai.
Aku sekarangpun menyadari bahwa hidup di kos dan di pondok begitu berbeda, aku pun ingin kembali ke pondokku yang dulu bersama teman- teman dan sahabat yang begitu mngerti keadaanku, tetapi disisi lain inilah jalan yang telah aku ambil dahulunya sebelum aku pindah dari pondok ke kos- kosan, dan aku pula yang harus menerima dan mempertanggungjawabkan keputusan yang telah aku ambil.
Waktu terus berjalan tak mungkin aku dapat memutarnya kembali, semua sudah terjadi dan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan aku harus berusaha menepis segala sesuatu yang menghalangiku menuju kesuksesanku kelak, akupun berkeyakinan pasti semuanya.
# Arti Sebuah Rindu
Kala angin malam menyapa di kesunyian ini, aku sendiri, ketika suatu peringatan menimpaku aku hanya mampu beristighfar memohon ampun pada sang kholiq, dan aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari suatu keadaan, aku merindukan ibuku yang ada di rumah mungkin aku selama ini terlalu sibuk pada duniaku, dan terkadang lupa dengan nasihat- nasihat ibuku. Dan aku juga merindukan adikku yang ia meskipun terkadang nakal padaku tetapi ketika aku terjatuh dan aku dalam keadaan sakit air matanya pun menetes, meskipun dia masih sangat kecil, tetapi rasa sayangnya itu sangat luar biasa, aku tak mampu mengutarakannya, karena aku lihat itu tulus dari hatinya dan terpancar dari wajahnya yang masih lucu, aku juga saat ini merindukan ayah tercinta, meskipun beliau tidak pernah aku melihat beliau menangis, hatinya begitu kuat, namun dari segala kerja keras beliau, dari semua perjuangan beliau untuk merawatku mungkin tak dapat aku balaskan , akupun merindukan kakakku yang sangat perhatian kepadaku, selalu mmeberi ejutan yang tak terduga, selalu sabar saat aku berbuat nakal kepadanya, selalu mengerti apa yang terbaik untukku, aku bangga dan sangat merindukan ibu, ayah, adik juga kakaku.
Disini aku sendiri menahan air mata untuk tidak menetes akupun berusaha kuat dan aku harus kuat, semakin aku menguatkan semakin aku tak kuat menahan air mata ini, karena aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda ketika aku dulu ketika SMP dan SMA selalu di pesantren ketika kuliah di semester kedua aku pindah, dan aku enar- benar merasakan sesuatu yang snagt berbeda, aku sangat merindukan tema- temanku di pondok, meskipun terkadang jutek- jutekan, marahan ataupu yang lainnya tetap saja ketika kita sedang dalam masalah sahabat- sahabatku lah yang menenangkanku, memeberi ketenangan padaku, juga memberi solusi kepadaku, hingga aku benar- benar merasa tenang dan selalu dilindungi.
Semua perasaan rindu itu aku rasakan tepat di bulan ramadhan pada hri kesebelas ini, dan aku berada di kos, disini aku merasakan kesepian, tak ada teman yang sangat peduli saling memberi dan menasehati, semua aku rasakan sangat datar. Tapi aku bersukur Alhamdulillah disini aku masih memiliki abang yang sangat perhatian padaku, baik dan tidak pernah marah, meskipun terkdang kurang peka tapi tak apa ia tetap abangku di jogja, terimakasih, ketika aku sedang terjatuh seperti ini, ada kakakku (vita) juga yang memberikan senyuman bahagia untukku dan mengisyaratkan bahwa kamu tak sendiri disni, masih ada emak dan kakak- kakak yang lain.
Terimakasih untuk keluarga kecilku di jogja, semoga semua diberi keberkahan dan limpahan rahmat dan keselamatan di Akhirat dan dunis amiin,.aku harus tetap kuat meskipun badai menghantam.. tersenyumlah
Terdiam,,
Terik di siang itu memberiku semangat untuk terus melanjutkan puasaku, meskipun perut jga telah protes, ya harus benar- benar kuat. Dan ketika itu pula aku diundang dalam acara temu kangen alumni, disana aku bertemu dengan seseorang yang pernah ada d hatiku, ketika ku sampai di lokasi ada dia, ya dia… enath kenapa mulut itu tiba- tiba terdiam pandanganpun menunduk, dia pun selalu menghindar dariku ketika aku sedikit mendekatinya. Betapa bencinya ia, mungkin ia sakit dan mencoba melupakanku, ya aku terima silahkan tetapi prinsipku aku tidak ingin mengoleksi musuh aku ingin kita tetap bersatu, dan yaah bersahabatan,,
#CintaKu adakah kembali
Bunga mawar itu indah dilihatnya, juga harum jika dibau, bunga mawar dapat tumbuh menjadi bunga yang indah karena ada akar yang kuat, meskipun ia memiliki duri yang dapat menyakiti siapa yang memegangnya yah itulah cinta. Perumpamaan seperti pohon mawar, cinta itu indah ketika seseorang sedang merasakan apa itu jatuh cinta, dan semakin indah ketika mekar- mekarnya bunga itu, akan tetapi di dalam bunga mawar terdapat duri yang melindunginya, yah sama seperti cinta, tak jarang cinta itu menyakitkan jika tidak ditempatkan pada tempatnhya dan tidak sesuai porsi, tetapi duri itulah yang menguatkan sebuah ikatan cinta, karena ketika terjadi sebuah konflik sama- sama memecahkannya dan pastinya saling memahami satu dengan yang lain.
Sebenarnya kita tahu cinta itu terkadang menyakitkan, tetapi kita tetap mencintai dan dicintai, yah itu karena kita adalah orang yang normal, wajar semua itu hadir dalam kehidupan kita, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga dan memelihara cinta itu agar menjadi sesuatu yang indah, tentunya sesuai porsi yang pas dan profesional.
Hati itu selalu terbolak balik, dan akan terus seperti itu seperti roda, ketika persaan menggebu pada seseorang yang ia cintai itu pasti akan muncul, Dan adakalanya kita bosan dan merasa ingin mengasingkan sendiri terlebih dulu. Itu adalah sangat wajar dan pasti dirasakan semua orang. Kita harus mensikapinya secara santai dan pastinya dengan positiv thinking.
Ketika seseorang mengagumi seseorang tidak harus kita ungkapkan dengan hanya sebuah kata- kata yang manis dan akhirnya itu tak ada artinya lagi, yang terpenting adalah ketulusan hati menyayangi dan lakukan sesuatu yang membuatnya tersenyum dan nyaman ketika berada di dekat kita, itu akan lebih berkesan dan lambat laun akan meresap kedalam hati dan akan muncul ketulusan anatara keduanya. Dan ketulusan itu tak akan mudah tergoncang dan tidak akan mudah untuk berpisah, karena ketika kita mencintai seseorang hanya karena kepandaian, kekayaan, dan semua titik positiv pada diri seseorang , ketika muncul sisi negativ yang melekat padanya, cinta itu lambat laun akan pudar dan apalagi ketika kekayaan, kecantikan itu hilang, cinta itu akan luntur dana semakin hilang.
Cinta yang tulus tak dapat digantikan dengan suatu apapun, karena itu muncul di hati yang paling dalam dan cinta tulus itu tak ada kata sakit, karena dilandasi dengan keikhlasan dan kebahagiaan. Dan CINTA YANG TULUS ITU INDAH (
# menjernihkan air
Di dalam sebuah kehidupan di dunia ini hanya ada dua pilihan yaitu, terpengaruhi atau kitalah yang mempengaruhi lingkungan sekitar. Aku telah merasakannya sendiri, aku sekarang di tempat yang berbeda dari semester lalu, aku berada di lokasi yang jauh dari bacaan Al-qur’an, jauh dari image tentang pesantren ataupun apapun yang berbasis pesantren, yaa karena sekarang aku berada di Kos, yang benar- benar yang tinggal di sini bukanlah hanya jebolan pondok dan alumnus pesantren, akan tetapi dari semua kalangan, dari mulai pondok pesantren hingga sekolah pelosok. Dari mulai lulusan SMA, MA hingga SMK umum, yang notabene mereka berbasis umum dan semua campur aduk.
# Kisah cinta pertama
Hiduplah seorang pemuda yang cantik dan pintar, ia bernama Er, Er hidup di dalam keluarga yang bisa dibilang mencukupi dan ia termasuk seorang wanita yang sangat tegar dalam menghadapi pahitnya sebuah kehidupan, karena ia tinggal tidak bersama keluarga yang utuh, ia hanya tinggal bersama mama dan saudara- saudaranya. Mulai dari SMP ia telah hidup di pondok pesantren hingga di bangku SMA, setelah itu ia melanjutkan study ke luar provinsinya, ia ingin menuntut ilmu setinggi mungkin agar bisa meraih segala mimpi- mimpinya.
Sejak ia di SMP ia menjadi seorang yang biasa bergaul dengan semua teman laki- laki maupun perempuan, dan ia juga menjadi seorang perempuan yang normal, dapat merasakan apa itu cinta, iya menjalani ya sekedar hubungan dengan seseorang dengan santai dan ia pun tak merasakan apapun jika ia ditinggalkan atau ia bosan, masalah cinta Er tidak memikirkannya dengan amat serius, ia mejalani saja tanpa merasa ia memiliki beban.
Hingga ia sekarang duduk di bangku kuliah, Er tidak merasa keberatan untuk bergaul dengan teman yang tidak sesuai dengan ras dan daerahnya, ia sedikit demi sediit menyesuaikan dengan lingkungan juga makanan, Er tidak merasa sendiri di perantauan karena Er tinggal di asarama daerahnya, semua yang tinggal disitu adalah teman- teman dari daerah asal yang sama.
Suatu saat ada yang muncul di dalam kehidupan Er, ia datang dengan pelan- pelan, kemudian Er merasa semakin nyaman jika ia di dekat lelaki itu, ia menjalani hari- hari besama lelaki itu dengan tanpa ada beban, lelaki yang dekat dengannya lebih banyak diam. Seperti ada seseuatu yang disembunyikan, akan tetapi Er tidak mempermasalahkan itu, ia nyaman dan orang di dekatnya pun nyaman, sudah selesai.
Lelaki yang dekat dengan Er itu benama jhon, dia adalah pemuda yang gaul dan tampilannya pun seperti anak metal. Rock n roll. Tapi dibalik itu semua Jhon adalah pemuda yang sangat taat kepada ibunya. Mereka berdua begitu kompak dan perhatian satu sama lain, ketika Er bersedih, Jhon selalu ada disampingnya, malah jhonlah yang menemani kemanapun dan apapapun yang diinginkan Er, ketulusan jhon membuat Er semakin cinta kepada Jhon.
Suatu saat Jhon mengatakan seseuatu kepada Er, tentang suatu rahasia, Jhon mengatakan bahwa selama ini ia lebih banyak diam itu krena sebenarnya Jhon telah dijodohkan oleh mamanya berasama seseoarnga dari daerahnya. Hati Er sangat terluka, ia menangis dan menangis, ketika ia sudah nyaman dengan seseorang kenapa ternyata orang itu telah dijodohkan, setelah itu Er meminya Jhon untuk tidak menghubunginya lagi, dan Er tidak ingin bertemu dengannya, dan Er minta kepada Jhon jika ketika brtemu ia harus menghindar. Benar, setiap kali Jhon bertemu dengan Er, Jhon memalingkan pandangan dan mencoba menghindar, tetapi tidak bertahan lama Er merindukan Jhon, akhirnya
# cinta sperti dongeng... ? jangan menghayal
Tak banyak orang yang sagat gemar melihat film, film yang bisa hingga luar biasa, dan merkapun selalu menghayal, bahwa cinta yang ia dapat saat itu bisa menjadi sebuah dongeng yang endingnya semua bahagia, dan hari- hari penuh dengan kebersamaan . ingatlah itu semua hanya dongen, sedangkan kita di dunia nyata yang penuh dengan lika- liku, tak medah mengarungi samudra kemewahan, kesenangan dan kemegahan, menapakinyapun harus hati- hati dan penuh ketelitian.
#masa depan yang sukses itu datang karena diperjuangkan bukan karena ditunggu. ( (26 ugustus 2015)
Kata- kata itu memang betul, kesuksesan itu tidak akan datang senirinya dengan kita hanya diam menunggu, akan tetapi kesuksesan di masa depan itu ketika kita mampu dan mau memperjuangkan segala cita- cita dan impian kita, ingat wujudkan cita- cita kita terlebih dahulu, maka cinta akan mengikutinya bahkan akan mewarnainya. cinta terkadang tak segn untuk hadir dalam kehidupan, karena itu adalah cat untuk memberi warna di tembok rumah yang kusam dan mungkin masih putih, karenanya agar lebih indah untuk dipandang, akan tetapi cinta juga bisa memberi warna yang tidak bagus juga terkadang mudah pudar, ya mungkin karena kualitas cat yang kurang baik, atau kata lain cinta yang sementara yang menempel di tembok tersebut, semua hanya sandiwara. Akan tetapi cat yang berkualitas tinggi dan mendaptakannya pun tak mudah, maka itulah yang akan membuat tembok semakin bersih dan sangat menyejukkan mata ketika mata memandang. Itulah cinta.
# faliing in love
Tersenyum,, dan bibir tiba- tiba merekah dengan lebarnya, tak bisa memungkiri isi hati, apalagi seorang pemuda yang sedang merasakan sebuah getaran cinta yang bergejolak di hati, memuncak di dalam relung hati yang paling dalam. kali ini aku merasakan sendiri, entah apa yang sedang aku alami, ketika suatu waktu aku menjemput seseorang bersama dengan teman- teman yang lain, hati berguncan..
Ternyata mencintai itu lebih memiliki beban tersendiri karena suatu saat jika orang yang kita cintai mengatakan apa atau mendekati orang lain itu akan semakin sakit, karena itu yang bisa merasakan mendalalam adalah diri kita sendiri, tetapi dalam menjalani kisah cinta harus selalu member pengertian dan jangan terlalu menekan antar sesama, karena itu akan menekankan salah satu pihak, dan akhirnya akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, dan saling salah faham.
Cinta ini berujung indah
Akhirnya di satu epidose ini, cinta yang selalu dipendam dalam hatiku berujungbindah dan kami menikah hingga bahagia... Alhmdulillah..
#to be continue
Setelah seseorang yang telah mengisi hidupku selama hampir tiga tahun, tiba- tiba datang kembali membawa sejuta harapan, dan pernyataan yang teramat dalam untukku, ingin ia mengukir masa – masa yang indah seperti dahulu dan ia menuliskan dalam sebuah alunan syair lagu, “yang terlupakan,,,denting piano kala jemari menari nada merambat pelan di kesunyian malam saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang yang pernah terlupakan, hati kecil berbisik untuk kembali padanya seribu kata menggoda seribu sesal di depan mata seperti menjelma saat aku tertawa kala memberimu dosa maafkanlah, maafkanlah”. Tarian jemariku hanya berkutik di tombol delete, ingin rasanya ia segera menghapus harapan semu itu, Anne sudah tidak percaya lagi dengan rayuan yang selalu menghampirinya memberi harapan kosong yang membuat hati Anne resah setiap saat. “kata- katanya terlihat tidak ada ketulusan” gumamku sambil mengenyirkan dagu dan berharap tak ada seorangpun yang tahu tentang mereka.
Pesan itu berlanjut dengan alunan syair yang terlihat indah,
Reff; rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi haruskah aku lari dari kenyataan ini, pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti. Kini kusadari dirimu tlah jauh dari sisiku kutahu tak mungkin kembali ku raih semua hanya mimpi, ingin ku coba lagi mengulang yang tlah terjadi tetapi semua sudah tak berarti, kau tinggal pergi.
Adakah kau mengerti kasih rindu hati ini tanpa kau disisiku, mungkinkah kau percaya kasih, bahwa diri ini ingin memiliki lagi,,,
Ku sadari kembali, ternyata semua khayal diri kini kutahu tak mungkin ada waktu untuk mencintaiku lagi,,,,
“hanya celotehan semata” teriakanku sambil tangannya berusaha menyeka air mata yang membasahi pipinya yang tembeb. “apakah kamu tahu sakit hatiku, perih, dengan semudah itu kamu memintaku untuk kembali” aku semakin mengeraskan teriakannya bersamaan dengan derasnya hujan di sore itu, berlian dr matanya pun tak mampu lagi ia tahan. Tak satupun Sms itu aku balas.
Semua terjadi begitu cepat dan seakan akan semua telah tersekenario, betapa menyedihkannya awalnya yang memulai adalah Rio, aku hanya perempuan yang berusaha tegar dan selalu positif thinking, entahlah apa niat dia meninggalkan Anne begitu saja, aku membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Yang membuat aku kecewa, mengapa saat ia bermaksud pergi meninggalkan semua itu, ia tak mampu mengatakannya sendiri, namun ia mengatakan lewat sahabatku, dan sahabatku mengatakan kepadaku. Sahabat Anne saja yang hanya mendengarkan curahan hati perempuan polos itu saja merasa sangat kecewa pada sikap Rio. Apalagi denganku yang terus berusaha tegar meskipun hatinya perih dan sangat berat tuk jalani itu semua. Dan ia hanya terdiam dan menunggu suatu saat Sang Khaliq akan memberi petunjuk untukku. Dan benar setelah beberapa minggu, datang seorang yang entah datangnya dari mana ya aku memang sebelumnya kenal namun tak begitu dekat, hanya saja ia sering melihatku, entahlh apakah itu yang diturunkan Allah untuk mengobati hatiku ataukah yang lain aku tak mengerti.
Waktu berjalan dan suatu kejadian menimpaku, ya rasanya begitu perih, sakit dan aku tak membayangkan sebelumnya, kenapa harus terjadi, kenapa begitu tega? Suatu ketika aku ingin menjemput adikku dari sekolah, namun dia menawariku untuk bertemu, ya aku fikir untuk silaturahim apa salahnya,, ternyata apa? Tanpa aku sangka ternyata ia sedang bersama seorang perempuan, itu adik kelasku, sangat bahagianya mereka dan aku hanya memandang kebahagiaan mereka, di tempat itu aku tak bisa membendung rasa sakit itu, rasanya aku ingin menangis, tapi saat itu aku terlantar tak ada yang memperhatikan perasaanku, mereka hanya tertawa dan aku terpaksa harus tersenyum dan berusaha tegar. Aku berfikir tak ada gunanya aku merasa sedih, tak ada yang memperdulikan isi hatiku.
Hampir satu jam aku berada di rumah temanku itu dan akhirnya aku berpamitan bersama teman-temanku dan orang tua temanku dengan sedikit senyuman, meskipun tersenyum saja aku tak kuasa, rasanya mata ini tak sanggup melawan pedihnya hati itu, yaa saat itu aku baru sadar ternyata aku benar- benar sayang padanya, tapi hatiku runtuh, seakan-akan dia telah lupa denganku tak peduli lagi denganku... yaa saat itu aku hanya bisa melihatnya dan bersikap tegar, kusambi dengan mengirim pesan kepada sahabatku, dan sahabat-sahabatku menyarankan agar aku segera meninggalkan tempat itu, mereka tak tega hatiku semakin remuk. Diperjalanan aku hanya bisa menangis dan menangis, ,, Ya Allah kenapa semua ini terjadi... ya sudahlah memang saatnya aku harus melupakannya.
Kucoba hadapi semua dengan tabah dan pasti ada hikmah dari semua masalah, I Believe That, I will find away,,, ya Alhamdulillah benar, ada seseorang yang mengungkapkan pernyataan tentang perasaannya, awalnya aku tak menghiraukannya, makin lama semakin dekat aku tak mau merespon tapi tetap saja pihak sana bertambah meyakinkan, kalau dufikir mana ada seorang perempuan yang tidak merasa tertarik pada seorang laki-laki yaa bisa dibilang hampir sempurna, dia baik, perhatian, memiliki prinsip yang kuat. Dan akhirnya kujalani trus apa adanya.
Setelah hampir sepuluh bulan, dia kembali, dia menyesali apa yang telah diperbuatnya,, di saat seperti itu dia berani menyatakan itu, akupun belum bisa menerimanya karena rasa sakit itu masih ada tapi dia terus menghubungiku dan meyakinkan bahwa dia benar- benar menyesal dengan apa yang ia putuskan sepuluh bulan yang lalu, ternyata dia menjalani semua aktifitasnya masih memikirkanku dan aku masih mengisi ruang hatinya. Di pun berjanji, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, tidak akan menyakiti lagi dan tidak akan berbuat yang membuat aku terluka. Semua isi hatinya ia tuangkan dalam sebuah tulisan, namun aku tetap belum bisa. Karena aku butuh waktu.
Tetapi hati kecilku berkata bahwa,” aku masih menyayanginya”. Akupun tak mau kehilangan, tapi,,, semua terlanjur , orang lain telah lebih meyakinkanku untuk masa depan. Dan akupun memeberi harapan,, padahal sebenarnya hatiku bukan untuknya, lalu apa yang harus aku lakukan saat ini??.. hanya tanda tanya yang aku bisa katakan saat ini, aku ragu,,,| Ya Allah tolong lindungi hamba dari kejahatan bisikan syetan dan berilah aku jalan keluar dari permasalahan ini tanpa ada yang tersakiti.
Setelah aku berfikir dan mencari solusi dari semua ini dan aku tidak mau membohongi diriku sendiri, dan aku memilih kembali pada hanfie, karena menurutku meskipun dia mungkin tidak lebih baik dari pada orang yang mendekatiku itu tapi aku tetap memilihnya, karena dia adalah orang yang telah mngisi ruang hatiku. Setelah keputusan ini semoga dia bisa lebih dewasa dan memulainya dari awal. Tak ada yang tersakiti lagi antara kita. Dan sama-sama menjaga, terutama harga diri kita. Aku memohon pada Sang Illahi semoga keputusanku ini benar dan menuju titik terang cahaya cinta kita. Amiin,,
Aku tak mengerti mengapa aku benar-benar berharap padanya, meskipun dia telah menyakitiku. Yaa sejujurnya akupun pernah menyakitinya, tapi rasa peduli, sayang itu tak bisa terbentengi, dan tak bisa terhalangi, ya karena perasaan itu mengalir apa adanya seperti aliran air. Dan bagaikan kapal yang terseret oleh ombak sebesar apapun cinta itu masih tetap ada di hatiku. Perasaan kehilangan itu selalu muncul jika kabar tak kunjung datang, rasa khawatir pun menyelimuti diri ini ketika kau jauh dari sisi, gundah jika ketika tak ada balasan sms, kemana gerangan? Ku rindukanmu.
Aku heran apakah cinta itu tak mengenal usia. Aku khawatir jika ??...tidakk,,, aku percaya padanya pasti ia bisa menjagaku dan tulus menyayangiku. Jangan perdulikan apa kata orang. Aku berharap cinta ini tak hanya untuk permainan belaka tetapi cinta yang benar-benar tulus dan bermakna hingga akhir hayat nanti. Maafkan aku, aku hanya bisa berharap dan berharap. Allah tau yang terbaik, “Ya Allah, jadikan kami pasangan yang kau ridhoi, jika hamba boleh meminta jadikan kami pasangan dengan ridhomu, jadikan dia imamku ya Allah, yang menuntunku menuju cahayamu, Ya Allah,,,,berikan kami kelancaran dan keselamatan untuk melewati dunia yang fana ini, jagalah ia ketika ia sedih, beri jalan keluar ketika ia mengalami sebuah permasalahan, slalu lindungi dia Ya Allah,,, dan satukanlah kami dalam ikatan suci,,, amiiin.
Andai dia tau isi hatiku yang sebenarnya, aku sangat mencintainya, apakah dia melupakanku,, semoga tidak pernah. Dan semoga kau bisa penuhi janjimu untuk slalu menjagaku. Dan kaupun pernah mengatakan “ demi Allah aku serius” dan serius itu adalah serius mencintaiku, tidak untuk permainan saja. Kamupun pernah berjanji akan berubah dan terus menjagaku, terus menjagaku wahai syekhku.
# Pembawa risalah Do’aku,,,
Berlanjut kisah cinta tentangku, Siang yang terik, ku sujudkan wajah ini kepada illahi Robbi, seluruh gerakan kulakukan dengan lumayan khusyu’. Setelahnya sholatpun tak lupa ku tengadahkan kedua telapak tanganku, ku lantunkan asma Allah dan dzikir sejenak, hati kecilku berbisik dan otakku memikirkan seseorang yang ada jauh disana, “Ya Allah, Kau Maha pemberi ampunan, ampunilah dosaku, segala kesalahan hambamu ini, berilah kesabaran pada hamba yang tak sempurna ini, jaga hati hamba ini ya Robb dari segala godaan, dan berikan kesuksesan untuk hamba ini dan berilah kesuksesan untuk dia yang disana, pertemukan hamba dengannya ketika kelak kami sama-sama sukses Ya Allah... jagalah ia selalu. Dan air mataku terus membasahi pipi ini karena mengingatnya, dia akan pergi jauh dan apakah setelah kesuksesannya aku akan diingat, aku khawatir semua berubah karena situasi. Perasaan ini tetap ada, dan terus ada di dalam sanubariku kasih.
# Pembawa rasa Cemburu....
Banyak yang bilang kalau cemburu itu adalah tanda cinta, yaah bisa dibilang seperti itu karena jika seseorang yang kita cintai dan kita sayangi itu tiba-tiba memberi perhatian kepada orang lain dan terlihat dekat diantara mereka jelas kita merasa tersakiti dan rasa tak suka pada orang yang dekat dengan seseorang yang kita cintai. Seperti aku ini, ketika suatu malam, saat itu aku sedang iseng membuka facebook dan ternyata orang yang aku sayangi itu dia menulis coment yang ditujukan pada orang lain, aku tak mempersalahkan dia coment ke dinding siapa dia ngelike statusnya siapa yaah aku terima saja dan aku faham akupun tak mau dikekang, aku tak membatasi dia berteman dengan siapa saja, tapi kalau cara comentnnya seperti itu dan sangat manis, perempuan mana yang tidak terbang, di beri perhatian lah. Saat itu malam semakin bergemuruh hatiku sakit, tapi aku berusaha untuk tetap tegar, tetap berhusnudzon tak ada hubungan apa-apa lagi diantara mereka. Aku heran kenapa dia tak tegas mengatakan apa adanya, dia seorang laki-laki, iya memang sakit ketika ditolak, tapi apabila perasaan itu tidak dipertahankan salah satu saja dampaknya keduanya akan sakit teramat, aku melihat dinding facebook perempuan itu yang berinisial Z, aku tak tau watak dia keseluruhan, tapi aku sudah sedikit tau dari caranya menulis status, cara dia menyapa orang cara tatap dia, dia sangat lugu kelihatannya tetapi aku tak tau. Aku tak mau suudzon mungkin dia lebih baik dari aku.
Setelah itu aku menanyakan tentang perasaan dia pada si z, ternyata dia berani bilang, “DEMI ALLAH ngga’” iya aku percaya dan slalu percaya meskipun malam itu air mataku tak bisa lagi ku bendung, dan membanjiri wajahku. aku tau cinta laki-laki itu tak lebih dari selembar sampul, akan tetapi cinta seorang perempuan bak lembaran-lemabaran kertas, jadi seperti 100 banding 10 hanya sedikit, meskipun seoarang lki-laki membuat kecewa seorang perempuan yang sangat ia cintai tapi tetap perempuan lebih memilih bersabar ya mungkin hanya sebagian dan sebagian yang lain dari pada terus disakiti lebih baik pergi, dan jauh dari dia. aku tak sesempurna orang di luar sana, tapi andai kau tau betapa besar cinta ini padamu. Namun sayang kapankah kau menegerti. Meskipun air mataku terus jatuh ketika kau masih mengurusi z itu aku memilih bersabar, dan terus membuatmu nyaman meskipun hati perih, tapi yang aku suka, kau selalu memberi senyuman itu padaku yang membuatku terus percaya. Terimakasih. (-6/ 08 /2014).
Mengapa dari dulu kita dipisahkan oleh tempat dan waktu, sangat jauh dan semakin jauh, saat SMA jarak Solo-Sragen, dan banyak masalah yang timbul, mungkin karena masih labil jadi seperti itulah, dan hampir semuanya hilang. Tapi memang perasaan itu tak bias dibohongi, tetap saja 2 sejoli itu bersama lagi. Dan sekarang jenjang kuliah apalagi, dia ada di pondok solo untuk satu tahun pendalaman bahasa dan 4 tahun yang akan datang dia ada di Madinah, apakah ini sebuah solusi agar kita tidak terjerumus pergaulan dan rasa sakit hati di masa kuliah? Entahlah, aku tak tau itu.
Yaa kita g bakal tau bagaimana akhir dari kisah cinta sejoli ini, aq berharap mereka disatukan oleh jalinan suci. Ya Allah kabulkan do’aku dan do’a nya. Dan kita bias hidup bersama. Yah apapu kita harus jalani dulu apa adanya, dan harus mempersiapkan segala kemungkinan. Namanya hati bisa dibolak balik. Yaah jalani apa adanya dan gapai dulu cita-cita kita untuk masa depan. Gapaiii impian-impian, berprestasi di kampus dan CUM LAUDE ….capailah, dan tetap semangat….
19/8/2014
#Pembawa bulan sabit di Malam ini... ketika ham[pir satu minggu tidak saling memeberi kabar, yah lagi- lagi aku yang terlebih dahulu mengirim sms padanya, yah itu karena aku ingin peduli dengannya, entah dia tau atau tidak, tapi apa itu cara dia, setelah aku sms, dia meminta untuk ditelfon, mungkin itu cara ia menghilangkan rasa rindu itu, rasanya setelah berbincang- bincang 1 jam,, kami saling bertkar cerit, karena dia di pondok jadi ya ceritanya seperti itu, lalu aku sampaikan apa yang tejadi tadi pagi dan kisahku yang lain, aku mengamati ketika aq berbicara tentang laki- laki teman sekelas se organisasi dan masih banyak lagi, tapi cara memperlihatkan kecemburuannya dia hanya diam dan yaa seperti itu lah, aq senang banget lkalo dia cemburu artinya dia sayang sama aku...
#Pembawa rasa bimbang...
Apa yang harus aku lakukan saat ini, ya Allah, aku merasa telah benar- benar kurang nyamna berada di tempat ini padahal lingkungan mendukungku tapi dari individunya sendiri membuatku semakin tertekan, aku bingung harus bercerita dengan siapa lagi, aku telah ungkapkan kejenuhanku pada kakakku tapi ia pun tak memberi solusi yang menurutku pas untuk aku, masih mbelum jelas, aku merasa ada yang kurang di hidupku saat ini, ya Allah tolong hambamu saat ini. Memang aku akui aku termasuk santri yang nakal mungkin dari semua santri yang paling susah di atur adalah aku, apalagi yang aku belum bisa bagi waktu untuk kuliah juga setoran pondok lah,, ya Allah apa ini termasuk cobaanmu untukku.
Aku merasa setiap apa yang aku lakukan ada saja orang yang kurang menyukaiku, apa salahku?, iya terkadang aku egois suka berdiam diri yang kurang jelas, karena itu lakukan agar menahan emosiku atau jika aku merasa lelah aku lebih baik diam, aku hanya takut jika aku mengeluarkan keluh kesahku malah membuat orang yang mendengan jenuh dan malas, aku tak mau semua itu terjadi, ya Rabb hanya kepadamu aku berpasrah diri kali ini, akankah aku bertahan di pondok yang istimewa ini, atau aku harus mencari sesuatu ketenangan, entahlah,,, saat ini aku hanya butuh seseorang yang menenangkan hatiku, entah itu memberiku motivasi membuatku bangkit lagi atau malah memberi solusi untuk masalahku ini.
Apa yang harus aku utamakan saat ini, kuliah, pondok pesantren atau organisasi atau pengembangan bakat, ya Rabb,,, ya Allah ,, ya Kholiq ,,,
Jika dikembalikan pada tujuan awal ke jogja ya untuk menuntut ilmu dan untuk kuliah pastinya, akan tetapi disamping itu aku ingin mengembangkan bakatku yang selama ini aku sedang mncarinya, dan tidak hanya itu aku pun ke jogja agar aku bisa kuliah cum laude.
Merenung ...
Lagi- lagi pertanyaan itu muncul dari benakku, sudah berapa kali kah kamu tertawa terbahak- bahak, sudah berapa jam kah kamu menyia- nyiakan waktu yang ada untuk berbuat yang tidak baik, berapa kali kah kamu bermaksiat kepada Allah, apakah sudah bisa menghindarkan dari marah- marah dan sebagainya, pertanyaan yang selalu muncul seusai pulang dari kampus, entah kenapa aku selalu merasa di kampus aku tidak jarang untuk menyia nyiakan waktu untuk hak yang terkadang tidak bermanfaat, termasuk ngobrol kanan kiri, depan belakang, dan masih banyak lagi. Padahal sudah berkali- kali pernyataan itu selalu ada untukku, kenapa juga selalu saja aku ulangi perbuatan itu, menyesal jika mengingat tentang itu, aku ingin menjaga itu, jangan sampai segala sesuatu yang menyimpang terjadi, Astaghfirullah,,, luruskan, tata niat kembali untuk menyambut masa depan yang cerah,, saatnya hafalan,, bismillah (
28 Mei 2015 19.54
Gumamku malam ini..
Kembali kulanjutkan kisahku di kota pelajar, Yogyakarta, yaa Yogyakarta, jika telah malam, apalagi di Malioboro jalanan dipenuhi kendaraan dari mulai becak alias beroda tiga hingga beroda 4 mobil dan bus- bus besar yang memenuhi parkiran. Malam ini aku ingin bercerita tentang kisahku di kampus tadi pagi, sepeerti biasa aku berangkat ke kampus jam 08.20, aku meninggalkan pondok dengan keadaan semua pakaian telah bersih dan tidak ada tanggungan mencuci, kemudian pergi ke pasar dulu untuk membeli makanan untuk di jual di kampus. Yaah itu adalah program angkatan jurusanku, nah pas banget aku yang jadi wakil ketua sementara ini itu semua yang mengurus adalah aku, hitung- hitung sekalian untuk belajar interpreneur, meskipun setelah aku hiting tadi laba yaa ngga’ seberapa, tapi tak apa yang terpenting adalah barang habis, itu saja aku sudah senang dan rasanya puas, semakin semangat untuk berjualan lagi, dan saat mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam aku trkantuk- kantuk rasanya mata ini tak bisa diajak kompromi, entahlah kenapa seperti ini, padahal dosen serius menjelaskan materi, rasanya pengen sekali membuka mata ini tapi sangat susah, setelah dosen memaparkan semua materinya, akhirnya sesi tanya jawab pun dibuka, dan untuk menghilangkan rasa kantuk itu aku bertanya pada beliau, sekitar umat islam dan pendidikan, yah sangat memuaskan.
Setelah kuliah selesai aku langsung bergegas ke CSC tempat latihan kaligrafi, aku bertemu dengan teman- temanku semuanya, rasanya bahagia sekali, rasanya seperti keluarga kau sendiri, itulah yang membuatku bisa menikmati kehidupan di jogja, dan kami pun memiliki pangilan akrab dari mulai emak dan anak- anak dari yang paling besar kepada yang paling kecil, seru pokoknya, dan setelah seusai latihan semua teman ke warung makan untuk makan bareng tapi kali ini aku tidak bisa ikut, tak apa,. Semoga mereka memahami aku yang ada di pondok, aku yakin itu mereka mengerti dan memahamiku, padahal terkadang emak aku dan kakak- kakak lain menyuruhku untuk keluar dari pondok, tapi apa bisa buat aku tidak bisa melakukan sekarang karena cita- cita ku belum terwujud aku ingin mendalami ilmu Al- Qur’an dan aku ingin bisa mendakwahkannya. Semua itu aku yakini akan terwujud dan disini aku mulai berproses.
Tak jarang aku ingin meneteskan air mata ini jika memikirkan amsa depaaku, akankah aku bisa membuat orang tuaku bahagia dengan adanya aku,,, semoga Isa amiin,, aku pasrahkan semua kepada Allah.
Malam ini pula jatahku masak di pondok yang biasanya masak telor buat sembilan orang sekarang menjadi 26 orang luar biasa,, tapi tak apalah
Menangis,,,,
Saat ini aku hanya bisa menangis, dan menyepi sendiri di pojokan kamar, aku tak bisa lagi menahan air mataku saat ini, mungkin benar memang saat ini aku harus selalu introspeksi diri, apalagi calon penghafal Al- Qur’an, semua butuh pensucian diri karena Al- qur’an itu suci dan tidak sembarang orang Al- Qur’an itu bisa menyatu, termasuk aku, yang masih sangat banyak diperbaiki dari aku, mulai dari Akhlaqku perilaku ku, adabku, pergaulanku dan banyak lagi, apalagi setelah aku izin, semuanya di ungkapkan, muali dari aku jarang piket aku setiap belang belum bisa mencapai target, pulang malam dan masih banyk lagi kekuranganku, aku sadari aku lakukan itu ya karena aku ingin sedikit merasakan kebersamaan di luar bersama- teman- teman, tapi ternyat itu salah, tidak seharusnya seorang perempuan pergi pada malam hari apalagi laki- laki dan perempuan gabung disitu, pertimbangan lain mengapa musrifahku tidak mengizinkaku untuk ke kudus yaitu karena itu bersama teman- teman lelaki, kalaupun itu untuk akhwat saja, beliau akan mengizinkan.
Memang aku rasakan ini sangat berat ketika dahulu aku sangat menginginkan untuk bisa pergi ke kudus bersama teman- teman untuk melihat bagaimanakah lembaga seni kaligrafi itu, gimana sebenarnya bapak asyiri itu, itu semua ketika sekarang itu sudah di depan mata tinggal melangkah ternyata belum bisa aku kesana dari pihak pondok belum mengizinkan, mungkin belum saatnya aku pergi kesana, entahlah,, aku yakin pasti Allah akan memberi gantinya nanti yang lebih indah dan Semoga Allah memperkenankanku untuk bisa rihlah ke luar negeri, turki, Pasria, mesir dan yang lainnya, amiin. Aku yakin Allah pasti punya rencana yang lebih baik untuk semua hambanya. Dan inilah yag harus dilalui jika ingin mencapai kesuksesan.
Aku juga sempat bertanya dan meminta masukan oleh Bapak Kajurku ketika usai aku masuk mata kuliah nahwu, aku ungkapkan semua yang aku rasakan, meskipun beliau terlihat santai, tetapi beliau tetap memberi solusi yang baik, rangkaian kata yang bisa aku ambil dari nasehat beliau adalah, “Untuk Meraih Sesuatu yang Besar menang Butuh Perjuangan yang besar pula” dan banyak cerita dari beliau yang aku ambil, kakak beliau bisa menghafal tanpa butuh guru pembimbing, ia menghafal terus hingga selesai setelah itu baru beliau menyetorkan semua nya kepada pembimbing.
Banyak pilihan yang beliau tawrkan, bisa aku masih bertahan mondok lanjutkan perjuangan untukmenghafal Al- Qur’an dan bisa keluar di kos atau selain pondok tetapi dengan catatan aku harus bisa mmenej waktu dengan sebaik- baiknya, itulah nasehat beliau, dan aku meminta masukan apa yang terbaik wahai ustadz? ustadzku pun menjawab: iya bertahanlah di pondok, dan berjuanglah sekuat tenaga maksimalkan apa yang ada pada diri kamu sendiri seimbangkan antara kaligrafi dan Tahfidz kamu, pasti akn menjadi orang yang hebat.
Apakah harus....?
Kali ini aku benar- benar semakin bingung dengan semua keadaan ini, rumit, ditambah lagi ketika hari ini aku mendapat tugas untuk menyelesaikan lomba di Sleman, yang awalnya deadline pengumpulan ahad berganti dengan kamis, kamipun yang lomba bingung dab ketetran, mulai dari yang lomba lukis hingga yang mushaf seperti aku,
Ya Allah inikah pilihan??
Ketika aku benar- benar di ujung tanduk serasa hati ingin berteriak mengungkapkan semua kegundahan dalam diri ini, Yarabb kuatkan hamba mu yang lemah ini, aku benar- benar telah merasakan sebuah kebertolakan antara hati dan realita. Aku sekarang hidup di pondok sedangkan aku tidak bisa berbuat apa- apa, padahala aku seoarang yang tidak ingin diam dalam segala aktivitas, kalaupun kebanyakan diam pasti malah mengantuk.
Aku benar- benar ingin mencari suasana lain, aku mengalami sebuah kebosanana berada di lingkungan pondok sejak SMP, entahlah, aku aktiv dan disisi lain aku ingin mengembangkan kaligrafiku, aku ingin maksimal disitu tanpa ada pengorbanan pada aktivitas yang lain, dari apada kau terus berada di pondok ini aku tidak bisa maksimal dalam kaligrfai dan pelajaran kampus seperti bahasa arab pun tak jarang aku harus bekerja lebih ekstra karena di pondok tidak ada kajian kitab.
Tadi setelah aku mengrjakan karya, aku meminta izin kepada pembina untuk pulang telat, ya karena aku mengerjakan karya itu, akan tetapi aku hanya diberi kesempatan hingga isya’, begitu nakalanya aku menambahi waktu itu hingga jam 8, ya allah ampuni hambamu ini,aku pun merasa khawatir karya aku belum selesai sedangkan aku harus kembali ke pondok isya’, posisi sangat rumit. Ketika disana aku merasa bahagia karena berada di dekat keluarga kaligrafi, aku seperti tidak ada beban karena diberengi dengan canda tawa, yang tidak bisa aku ungkapkan dengan untaian kata seindah apapun, semua berjalan dengan selaras.
Ketika aku meminta izin kepada salaha satu kakakku disana, “aku harus pulang, aku takut dimarahi oleh musrifahku”, temanku pun menanggapi denga sedikit canda, mereka berkata, “udah peh keluar aja dari pondok, demi cita- citamu”, aku mnyahuti mereka, “ eh jangan seprti itu, belum waktunya.” Begitulah canda tawa dilontarkan oleh hampir semua kawanku, mulai dari emakku abangku dan kakak- kakaku. Tantangan lagi untuk diriku, dua hari yang lalu aku meminta pendapat dari mulai ketua jurusan/ prodi, teman yang berad di pondok dan teman yang benar- benar berada di luar atau diistilahkan kos. Mereka semua memberi saran padaku terserah pada diri kamu sendiri yang bisa menentukan keputusanmu pun ya kamu karena kamu telah dewasa, nah gelar DEWASA inilah yang membuatku semakin tertantang apa makna dari dewasa ini, mau tidak mau aku tetap akn menjadi dewasa. Harus bisa menyelesaikan masalah sendiri dan mencoba tidak lari dari sebuah masalah.
Nah setelah itu aku berfikir aku saatnya untuk mencari suasana baru, namun lagi- lagi ada banyak ketakutan yang ada di benakku. Sudahlah,, aku mendengar suara musrifah saja takutnya bukan main, ketika ingin mengambil nasi kok tiba- iba ada suara itu aku mending tidak makan. Ini bukan dewasa, aku masih kekanak- kanakan. Sekarang ini akau memiliki PR bagaimana akau bisa menghadapi semua ini tanpa harus membuat nama baik tercoreng, prinsipku dimanapun aku harus memberi kesan yang baik terhadap semuanya, aku harus bisa memberikan sebuah penghargaan untuk para musrifahku, karena tanpa mereka pun aku tidak diperhatikan. Sungguh perjalanan hidup memang terkadang harus seperti ini.
Pertanyaan besar di benakku, “APAKAH FUNGSI DARI SEBUAH PILIHAN ITU HARUS SELALU UNTUK IPILIH SALAH SATU, DAN YANG BENAR HANYA SATU?” bisakah fungsi itu dihilangkan? Ataupun diganti?..
Menghadap pintu..dan melupakan
Malam ini, ku merasakan sesuatu yang berbeda ketika ku mendapatkan sebuah sms dari seseorang yang berharga untukku. Aku merasa ia tetap ada unutkku, ia selalu ingat apa yang aku lakukan, padahal disini aku terkadang tak mngingatnya. Ketika ia bertanya , Anne besok jadi lomba?”, ternyata ia masih ingat, lalu aku bilang padanya ia jadi...mohon do’anya, pesan singkat iy lontarkan, “Iyaa, berjanjilah agar tidak bersedih ketika kamu belum berhasil, dan jangan tinggi hati ketika kau menang”.
Sms itu terasa berbeda dengan sms yang lain. Rasa itu masih terpendam. Dan mungkin ia masih menyimpannya,.
Lagi- lagi ia datang dengan sejuta harapan dan kerinduan, ingin ku hapus rasa itu dengan paksaan, namun tak mampu, rasa itu telah menusuk di dalam hati. Tapi hai yang sesungguhnya aku telah melupakannya, iya melupakannya. Untuk selamanya, dan rasa itu menjadi teman seutuhnya, karena penghianatan menyelimutinya dan bayangan kisah pahit dahulu terus tertanam dalam. Lupakan dan lupakan.
Ketika rindu menyapa
09 mei 2015-05-09 (09.13 )
Kta siapa aku keluar karena ada keburukan? Andai kamu tau aku tak seperti itu,,, apa kamu nggak punya hatii?... aku benar- benar tidak nyaman dengan adanya kamu disini,semoga kamu sadar. aku pun merasa ya tidak
Perjalanan ke palu.. berangkat dari yogyakarta jam 13.00 WIB, kemudian naik pesawat dan transit di balikpapan jam 15.00 WIB, balikpapan kota yang sangat bersih, dan sangat rapi.
Lalu dari balikpapan jam 20.00 menuju palu, sampai dipalu jam 23.00 WITA
Sesampai di sana di hotel, lalu packing- packing. dan tidur, bangun pagi jam 07.00 pembukaan di lapangan dipanggil sesuai ontingennya, sambutan yang ramai pula dari tuan rumah, menjadikan pendatang menjadi nyaman dan sangat merasa dihormati.
Pukul 3, technical meeting.
Jati diri,,, kenapa aku selalu merasakan yang berbeda apakah sebenarnya diri ini, siapa aku ini, aku merasa aku belum menemukan jati diri apakah ini bukan wilayahku, ya Allah aku sekarang semester dua dan aku benar- benar merasakan sesuatu yang kosong dari dalam diriku, ya Allah gimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku disini merasa hanya menghabiskan waktu, sekarang aku lebih banyak tertawa, ketika semua orang sedang sibuk denga acaranya aku hanya seperti anak kecil yang mencari mainan yang ia suka di dalam kotak yang tergembok dengan kuatnya. padahal aku sudah keluar dari pondok,apa yang harus aku lakukan, semua itu berjalan dengan cepatnya, aku harus menemukan siapa diriku, aku harus punya keyakinan, malam yang sunyi ini pula aku teringat dengan kakak kelasku yang berada di pondok, dia mengatakan bahwa, “ ingat ketika kamu sudah berumur 20 tahun kamu akan mendapatkan suatu yang kau impikan bersama dengan lelaki yang kau impikan.
# Pembawa sinar mentari pagi ini
Suara pesawat yang tak asing lagi dan selalu menemani pagi hariku, kicauan burung menjadi melodi yang ikut meramaikan suasana pagi yang terlihat cerah ini. Aku tersenyum jauh di angkasa, dan selalu saja berandai andai, akankah aku bisa menaiki pesawat terbang, dan andaikan aku naik pesawat terbang mungkin aku akan tersenyum dan bersyukur pada illahi, aku berharap pengandaianku selama ini menjadi sebuah do’a di masa depanku kelak, Amiin Ya Allah.
Dan sekarang aku bukanlah seorang santri lagi, banyak orang yang notabene iya telah berada di pondok pesantren lumayan lama, dan ingin keluar, terkadang mereka takut dan was- was, apakah bisa serajin di pondk, apa bisa aku menjaga diri dan masih bangayk lagi kekhawatiran yang ada di benak mereka para santri. Namun aku berbeda, aku mencoba untuk tidak menjadi santri lagi, padahal dari SMP aku telah berada di pondok pesantren, dan sekarang saat aku menduduki bangku kuliah ahirnya aku lebih memilih untuk ngekos, dan ya aku beribu- ribu pertimbangan untuk memutuskan untuk pindah ke kos, hampir semua teman dari mulai yang ia mondok di pondok pesantren yang ketat, pondok pesantren yang sedang sampai temanku yang tinggal di kos, tanggapan mereka pasti berbeda- beda, yah aku yakin itu, karena mereka juga berasal dari latar belakang yang berbeda. Komentar dari mereka, “semua tergantung orangnya, kita bisa mengontrol dan nyaman ya kembali kepada si pelakunya”, aku sedikit memutar otak, yaa orang yang seperti apa senenarnya yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bisa mengendalikan diri, terus bedanya santri dan anak kos itu dimananya.
Setelah beberapa saat aku mendapatkan jawabannya, ya ternyata kalau santri memang ia merasa diawasi dan jadwal selalu terkomntrol, memang itu pasti berlaku kenapa?, karena di setiap pondok pesantren mereka memilii program sendiri, dan jadwal telah tersusun dengan rapi, sedangkan anak kos yang bisa membagi waktu ya diri sendiri. Sebenarnya rutinitas dari pondok bisa diterapkan di kos, tapi sayangnya tak semudah itu karena ya memang yang memebedakan di pondok pesantren ada murabbi atau pengasuh sedangkan di kos ya kita sendiri yang harus aktif mencari tentor di luar ataupun ya kita sendiri yang mengontrol, intinya itu.
Dan sekarang aku merasakannya ketika aku berada di kos, hari pertama aku benar- benar merasakan sesuatu yang sangat berbeda, aku merasa kesepian dan aku merasa aku benar- benar sendiri, tapi Alhamdulillah semua perasaan itu aku tepis dan aku mencoba menikmatinya tanpa harus ada keluh kesahnya. Karena kau berfikir jika kau terus mengikuti perasaan yang tidak nyaman ya selamanya aku akn diperbudak olenya, lalu malam itu aku baringkan badan ini pada tempat tidur dan Alhamdulillahsetelah beberapa saat mataku terpejam dan hingga jam 03.00 aku terbangun, Alahmdulilah aku bisa bangun dan melaksanakan sholat tahajjud. Aku berharap kebiasaan itu akan terus ada di hari- hari ke depan.
Tapi suatu saat harapanku itu tidak sesuai dengan kenyataan, di suatu pagi aku benar- benar menyesal dan ingin menagis, karena aku bangun pagi jam 06.30, ya Allah rasa panik itu terus mengikutiku. Aku benar- benar menyesal, aku tak mau itu terulang kembali.
Dan selama aku ngekos, aku belum memiliki satu galon untuk minum, akhirnya aku setiap hari mengandalkan air galon yang ada di masjid, jika air di masjid habis ya terpaksa aku harus membeli botol kecil, sebenarnya kurang efisien tetapai bagaimna lagi aku belum ada niatan untuk membeli galon, pernah di suatu malam, ketika setelah aku pulang dari acara organisasi aku benar- benar haus dan air minum hanya ada beberapa tegukan saja, sebenarnya aku ingin membeli di luar tapi malam sudah terlanjur sunyi dan larut, aku tak mungkin memaksakan untuk keluar dan membeli nya. Akhirnya aku minum air seadanya dan aku paksakan untuk tidur, dan Alhamdulillah aku terlelap dan bangun jam 4, lalu bergegas aku ke kamar mandi untuk wudhu dan memanfaatkan sedikit waktu menjelang sholat subuh aku sholat tahajjud. Ketika 2 rekaat sholat tahajjud tiba- tiba suara hpku membuatku terkejut dan sepertinya suara nada dering panggilan, ternyata benar itu adalah ibuku, aku senang sekali mendengar suara beliau, do’aku selalu menyertaimu bunda sayaang.
(sabtu, 06 juni 2015)
Ya Allah bantu hamba,,,
Di bawah pohon yang rindang ini aku sedang memikirkan sesuatu yang sangat urgent menurutku untuk keadaanku saat ini, aku merasa sangat berat, astaghfirullah, inikah cobaan untukku dan peringatan agar aku semakin dekat denganmu ya Rabb, aku mohon ampunanmu, dan aku takut dengan cobaan yang seperti ini aku malah jauh dariMu. Aku harus tabah, aku baru bisa merasakan saat ini aku merasa sulit dan merasakan menjadi anak kos, makan mencari sendiri gaya hidup, sholat dan semuanya serba mandiri, berbuat salah tidak ada yang mengingatkan jika tak ada makan tak ada pula yang tahu, semua serba mandiri.
Ini sangat berbeda dibanding ketika aku masih di semester satu, aku berada di pondok dan masalah makan telah disediakan di pondok satu hari 3 kali, ketika aku telat ke masjid mendapat teguran, ketika aku berbuat salah teman- teman selalu mengingatkan meskipun terkadang hanya mendiamkan, tetapi diam mereka adalah salah satu teguran untukku saat aku benar- benar di jalan yang tidak sesuai.
Aku sekarangpun menyadari bahwa hidup di kos dan di pondok begitu berbeda, aku pun ingin kembali ke pondokku yang dulu bersama teman- teman dan sahabat yang begitu mngerti keadaanku, tetapi disisi lain inilah jalan yang telah aku ambil dahulunya sebelum aku pindah dari pondok ke kos- kosan, dan aku pula yang harus menerima dan mempertanggungjawabkan keputusan yang telah aku ambil.
Waktu terus berjalan tak mungkin aku dapat memutarnya kembali, semua sudah terjadi dan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan aku harus berusaha menepis segala sesuatu yang menghalangiku menuju kesuksesanku kelak, akupun berkeyakinan pasti semuanya.
# Arti Sebuah Rindu
Kala angin malam menyapa di kesunyian ini, aku sendiri, ketika suatu peringatan menimpaku aku hanya mampu beristighfar memohon ampun pada sang kholiq, dan aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari suatu keadaan, aku merindukan ibuku yang ada di rumah mungkin aku selama ini terlalu sibuk pada duniaku, dan terkadang lupa dengan nasihat- nasihat ibuku. Dan aku juga merindukan adikku yang ia meskipun terkadang nakal padaku tetapi ketika aku terjatuh dan aku dalam keadaan sakit air matanya pun menetes, meskipun dia masih sangat kecil, tetapi rasa sayangnya itu sangat luar biasa, aku tak mampu mengutarakannya, karena aku lihat itu tulus dari hatinya dan terpancar dari wajahnya yang masih lucu, aku juga saat ini merindukan ayah tercinta, meskipun beliau tidak pernah aku melihat beliau menangis, hatinya begitu kuat, namun dari segala kerja keras beliau, dari semua perjuangan beliau untuk merawatku mungkin tak dapat aku balaskan , akupun merindukan kakakku yang sangat perhatian kepadaku, selalu mmeberi ejutan yang tak terduga, selalu sabar saat aku berbuat nakal kepadanya, selalu mengerti apa yang terbaik untukku, aku bangga dan sangat merindukan ibu, ayah, adik juga kakaku.
Disini aku sendiri menahan air mata untuk tidak menetes akupun berusaha kuat dan aku harus kuat, semakin aku menguatkan semakin aku tak kuat menahan air mata ini, karena aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda ketika aku dulu ketika SMP dan SMA selalu di pesantren ketika kuliah di semester kedua aku pindah, dan aku enar- benar merasakan sesuatu yang snagt berbeda, aku sangat merindukan tema- temanku di pondok, meskipun terkadang jutek- jutekan, marahan ataupu yang lainnya tetap saja ketika kita sedang dalam masalah sahabat- sahabatku lah yang menenangkanku, memeberi ketenangan padaku, juga memberi solusi kepadaku, hingga aku benar- benar merasa tenang dan selalu dilindungi.
Semua perasaan rindu itu aku rasakan tepat di bulan ramadhan pada hri kesebelas ini, dan aku berada di kos, disini aku merasakan kesepian, tak ada teman yang sangat peduli saling memberi dan menasehati, semua aku rasakan sangat datar. Tapi aku bersukur Alhamdulillah disini aku masih memiliki abang yang sangat perhatian padaku, baik dan tidak pernah marah, meskipun terkdang kurang peka tapi tak apa ia tetap abangku di jogja, terimakasih, ketika aku sedang terjatuh seperti ini, ada kakakku (vita) juga yang memberikan senyuman bahagia untukku dan mengisyaratkan bahwa kamu tak sendiri disni, masih ada emak dan kakak- kakak yang lain.
Terimakasih untuk keluarga kecilku di jogja, semoga semua diberi keberkahan dan limpahan rahmat dan keselamatan di Akhirat dan dunis amiin,.aku harus tetap kuat meskipun badai menghantam.. tersenyumlah
Terdiam,,
Terik di siang itu memberiku semangat untuk terus melanjutkan puasaku, meskipun perut jga telah protes, ya harus benar- benar kuat. Dan ketika itu pula aku diundang dalam acara temu kangen alumni, disana aku bertemu dengan seseorang yang pernah ada d hatiku, ketika ku sampai di lokasi ada dia, ya dia… enath kenapa mulut itu tiba- tiba terdiam pandanganpun menunduk, dia pun selalu menghindar dariku ketika aku sedikit mendekatinya. Betapa bencinya ia, mungkin ia sakit dan mencoba melupakanku, ya aku terima silahkan tetapi prinsipku aku tidak ingin mengoleksi musuh aku ingin kita tetap bersatu, dan yaah bersahabatan,,
#CintaKu adakah kembali
Bunga mawar itu indah dilihatnya, juga harum jika dibau, bunga mawar dapat tumbuh menjadi bunga yang indah karena ada akar yang kuat, meskipun ia memiliki duri yang dapat menyakiti siapa yang memegangnya yah itulah cinta. Perumpamaan seperti pohon mawar, cinta itu indah ketika seseorang sedang merasakan apa itu jatuh cinta, dan semakin indah ketika mekar- mekarnya bunga itu, akan tetapi di dalam bunga mawar terdapat duri yang melindunginya, yah sama seperti cinta, tak jarang cinta itu menyakitkan jika tidak ditempatkan pada tempatnhya dan tidak sesuai porsi, tetapi duri itulah yang menguatkan sebuah ikatan cinta, karena ketika terjadi sebuah konflik sama- sama memecahkannya dan pastinya saling memahami satu dengan yang lain.
Sebenarnya kita tahu cinta itu terkadang menyakitkan, tetapi kita tetap mencintai dan dicintai, yah itu karena kita adalah orang yang normal, wajar semua itu hadir dalam kehidupan kita, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga dan memelihara cinta itu agar menjadi sesuatu yang indah, tentunya sesuai porsi yang pas dan profesional.
Hati itu selalu terbolak balik, dan akan terus seperti itu seperti roda, ketika persaan menggebu pada seseorang yang ia cintai itu pasti akan muncul, Dan adakalanya kita bosan dan merasa ingin mengasingkan sendiri terlebih dulu. Itu adalah sangat wajar dan pasti dirasakan semua orang. Kita harus mensikapinya secara santai dan pastinya dengan positiv thinking.
Ketika seseorang mengagumi seseorang tidak harus kita ungkapkan dengan hanya sebuah kata- kata yang manis dan akhirnya itu tak ada artinya lagi, yang terpenting adalah ketulusan hati menyayangi dan lakukan sesuatu yang membuatnya tersenyum dan nyaman ketika berada di dekat kita, itu akan lebih berkesan dan lambat laun akan meresap kedalam hati dan akan muncul ketulusan anatara keduanya. Dan ketulusan itu tak akan mudah tergoncang dan tidak akan mudah untuk berpisah, karena ketika kita mencintai seseorang hanya karena kepandaian, kekayaan, dan semua titik positiv pada diri seseorang , ketika muncul sisi negativ yang melekat padanya, cinta itu lambat laun akan pudar dan apalagi ketika kekayaan, kecantikan itu hilang, cinta itu akan luntur dana semakin hilang.
Cinta yang tulus tak dapat digantikan dengan suatu apapun, karena itu muncul di hati yang paling dalam dan cinta tulus itu tak ada kata sakit, karena dilandasi dengan keikhlasan dan kebahagiaan. Dan CINTA YANG TULUS ITU INDAH (
# menjernihkan air
Di dalam sebuah kehidupan di dunia ini hanya ada dua pilihan yaitu, terpengaruhi atau kitalah yang mempengaruhi lingkungan sekitar. Aku telah merasakannya sendiri, aku sekarang di tempat yang berbeda dari semester lalu, aku berada di lokasi yang jauh dari bacaan Al-qur’an, jauh dari image tentang pesantren ataupun apapun yang berbasis pesantren, yaa karena sekarang aku berada di Kos, yang benar- benar yang tinggal di sini bukanlah hanya jebolan pondok dan alumnus pesantren, akan tetapi dari semua kalangan, dari mulai pondok pesantren hingga sekolah pelosok. Dari mulai lulusan SMA, MA hingga SMK umum, yang notabene mereka berbasis umum dan semua campur aduk.
# Kisah cinta pertama
Hiduplah seorang pemuda yang cantik dan pintar, ia bernama Er, Er hidup di dalam keluarga yang bisa dibilang mencukupi dan ia termasuk seorang wanita yang sangat tegar dalam menghadapi pahitnya sebuah kehidupan, karena ia tinggal tidak bersama keluarga yang utuh, ia hanya tinggal bersama mama dan saudara- saudaranya. Mulai dari SMP ia telah hidup di pondok pesantren hingga di bangku SMA, setelah itu ia melanjutkan study ke luar provinsinya, ia ingin menuntut ilmu setinggi mungkin agar bisa meraih segala mimpi- mimpinya.
Sejak ia di SMP ia menjadi seorang yang biasa bergaul dengan semua teman laki- laki maupun perempuan, dan ia juga menjadi seorang perempuan yang normal, dapat merasakan apa itu cinta, iya menjalani ya sekedar hubungan dengan seseorang dengan santai dan ia pun tak merasakan apapun jika ia ditinggalkan atau ia bosan, masalah cinta Er tidak memikirkannya dengan amat serius, ia mejalani saja tanpa merasa ia memiliki beban.
Hingga ia sekarang duduk di bangku kuliah, Er tidak merasa keberatan untuk bergaul dengan teman yang tidak sesuai dengan ras dan daerahnya, ia sedikit demi sediit menyesuaikan dengan lingkungan juga makanan, Er tidak merasa sendiri di perantauan karena Er tinggal di asarama daerahnya, semua yang tinggal disitu adalah teman- teman dari daerah asal yang sama.
Suatu saat ada yang muncul di dalam kehidupan Er, ia datang dengan pelan- pelan, kemudian Er merasa semakin nyaman jika ia di dekat lelaki itu, ia menjalani hari- hari besama lelaki itu dengan tanpa ada beban, lelaki yang dekat dengannya lebih banyak diam. Seperti ada seseuatu yang disembunyikan, akan tetapi Er tidak mempermasalahkan itu, ia nyaman dan orang di dekatnya pun nyaman, sudah selesai.
Lelaki yang dekat dengan Er itu benama jhon, dia adalah pemuda yang gaul dan tampilannya pun seperti anak metal. Rock n roll. Tapi dibalik itu semua Jhon adalah pemuda yang sangat taat kepada ibunya. Mereka berdua begitu kompak dan perhatian satu sama lain, ketika Er bersedih, Jhon selalu ada disampingnya, malah jhonlah yang menemani kemanapun dan apapapun yang diinginkan Er, ketulusan jhon membuat Er semakin cinta kepada Jhon.
Suatu saat Jhon mengatakan seseuatu kepada Er, tentang suatu rahasia, Jhon mengatakan bahwa selama ini ia lebih banyak diam itu krena sebenarnya Jhon telah dijodohkan oleh mamanya berasama seseoarnga dari daerahnya. Hati Er sangat terluka, ia menangis dan menangis, ketika ia sudah nyaman dengan seseorang kenapa ternyata orang itu telah dijodohkan, setelah itu Er meminya Jhon untuk tidak menghubunginya lagi, dan Er tidak ingin bertemu dengannya, dan Er minta kepada Jhon jika ketika brtemu ia harus menghindar. Benar, setiap kali Jhon bertemu dengan Er, Jhon memalingkan pandangan dan mencoba menghindar, tetapi tidak bertahan lama Er merindukan Jhon, akhirnya
# cinta sperti dongeng... ? jangan menghayal
Tak banyak orang yang sagat gemar melihat film, film yang bisa hingga luar biasa, dan merkapun selalu menghayal, bahwa cinta yang ia dapat saat itu bisa menjadi sebuah dongeng yang endingnya semua bahagia, dan hari- hari penuh dengan kebersamaan . ingatlah itu semua hanya dongen, sedangkan kita di dunia nyata yang penuh dengan lika- liku, tak medah mengarungi samudra kemewahan, kesenangan dan kemegahan, menapakinyapun harus hati- hati dan penuh ketelitian.
#masa depan yang sukses itu datang karena diperjuangkan bukan karena ditunggu. ( (26 ugustus 2015)
Kata- kata itu memang betul, kesuksesan itu tidak akan datang senirinya dengan kita hanya diam menunggu, akan tetapi kesuksesan di masa depan itu ketika kita mampu dan mau memperjuangkan segala cita- cita dan impian kita, ingat wujudkan cita- cita kita terlebih dahulu, maka cinta akan mengikutinya bahkan akan mewarnainya. cinta terkadang tak segn untuk hadir dalam kehidupan, karena itu adalah cat untuk memberi warna di tembok rumah yang kusam dan mungkin masih putih, karenanya agar lebih indah untuk dipandang, akan tetapi cinta juga bisa memberi warna yang tidak bagus juga terkadang mudah pudar, ya mungkin karena kualitas cat yang kurang baik, atau kata lain cinta yang sementara yang menempel di tembok tersebut, semua hanya sandiwara. Akan tetapi cat yang berkualitas tinggi dan mendaptakannya pun tak mudah, maka itulah yang akan membuat tembok semakin bersih dan sangat menyejukkan mata ketika mata memandang. Itulah cinta.
# faliing in love
Tersenyum,, dan bibir tiba- tiba merekah dengan lebarnya, tak bisa memungkiri isi hati, apalagi seorang pemuda yang sedang merasakan sebuah getaran cinta yang bergejolak di hati, memuncak di dalam relung hati yang paling dalam. kali ini aku merasakan sendiri, entah apa yang sedang aku alami, ketika suatu waktu aku menjemput seseorang bersama dengan teman- teman yang lain, hati berguncan..
Ternyata mencintai itu lebih memiliki beban tersendiri karena suatu saat jika orang yang kita cintai mengatakan apa atau mendekati orang lain itu akan semakin sakit, karena itu yang bisa merasakan mendalalam adalah diri kita sendiri, tetapi dalam menjalani kisah cinta harus selalu member pengertian dan jangan terlalu menekan antar sesama, karena itu akan menekankan salah satu pihak, dan akhirnya akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, dan saling salah faham.
Cinta ini berujung indah
Akhirnya di satu epidose ini, cinta yang selalu dipendam dalam hatiku berujungbindah dan kami menikah hingga bahagia... Alhmdulillah..
#to be continue
Komentar
Posting Komentar