Episode 4

Gumamku malam ini..
Dan Akhirnya ku ingin melupakan kenangan yang mungkin itu adalah tumpukan dosa karena diri ini belum mengenal cinta maafkanlah, dan mala mini adalah muhasabahku ku tuliskan dalam lembaran ini agar akun mengingat dan mampu memperbaikinya, yaa masih tentang kehidupanku.
Kembali kulanjutkan kisahku di kota pelajar, Yogyakarta, yaa Yogyakarta, jika telah malam, apalagi di Malioboro jalanan dipenuhi kendaraan dari mulai becak alias beroda tiga hingga beroda 4 mobil dan bus- bus besar yang memenuhi parkiran. Malam ini aku ingin bercerita tentang kisahku di kampus tadi pagi, sepeerti biasa aku berangkat ke kampus jam 08.20, aku meninggalkan pondok dengan keadaan semua pakaian telah bersih dan tidak ada tanggungan mencuci, kemudian pergi ke pasar dulu untuk membeli makanan untuk di jual di kampus. Yaah itu adalah program angkatan jurusanku, nah pas banget aku yang jadi wakil ketua sementara ini itu semua yang mengurus adalah aku, hitung- hitung sekalian untuk belajar interpreneur, meskipun setelah aku hiting tadi laba yaa ngga’ seberapa, tapi tak apa yang terpenting adalah barang habis, itu saja aku sudah senang dan rasanya puas, semakin semangat untuk berjualan lagi, dan saat mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam aku trkantuk- kantuk rasanya mata ini tak bisa diajak kompromi, entahlah kenapa seperti ini, padahal dosen serius menjelaskan materi, rasanya pengen sekali membuka mata ini tapi sangat susah, setelah dosen memaparkan semua materinya, akhirnya sesi tanya jawab pun dibuka, dan untuk menghilangkan rasa kantuk itu aku bertanya pada beliau, sekitar umat islam dan pendidikan, yah sangat memuaskan.
Setelah kuliah selesai aku langsung bergegas ke CSC tempat latihan kaligrafi, aku bertemu dengan teman- temanku semuanya, rasanya bahagia sekali, rasanya seperti keluarga kau sendiri, itulah yang membuatku bisa menikmati kehidupan di jogja, dan kami pun memiliki pangilan akrab dari mulai emak dan anak- anak dari yang paling besar kepada yang paling kecil, seru pokoknya, dan setelah seusai latihan semua teman ke warung makan untuk makan bareng tapi kali ini aku tidak bisa ikut, tak apa,. Semoga mereka memahami aku yang ada di pondok, aku yakin itu mereka mengerti dan memahamiku, padahal terkadang emak aku dan kakak- kakak lain menyuruhku untuk keluar dari pondok, tapi apa bisa buat aku tidak bisa melakukan sekarang karena cita- cita ku belum terwujud aku ingin mendalami ilmu Al- Qur’an dan aku ingin bisa mendakwahkannya. Semua itu aku yakini akan terwujud dan disini aku mulai berproses.
Tak jarang aku ingin meneteskan air mata ini jika memikirkan masa depanku, akankah aku bisa membuat orang tuaku bahagia dengan adanya aku,,, semoga Isa amiin,, aku pasrahkan semua kepada Allah.
Malam ini pula jatahku masak di pondok yang biasanya masak telor buat sembilan orang sekarang menjadi 26 orang luar biasa,, tapi tak apalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara membuat kaligrafi cabang hiasan mushaf

Taman pelangi monjali