aku ingin menjadi mubalighoh (untukmu IBU)
sore yang mendung disertai rintikan hujan yang mengguyur mushola ar rosyad dan pondok tercintaku ini, mungkin kali ini aku lebih memilih untuk menuangkan isi hatiku di dalam blog ku ini, entah kenapa yaa aku sedang malas berbicara dengan orang,, karena perasaanku mengatakan belum ada orang yang tepat untuk bisa mendengarkan apalagi memberi solusi tentang kejadian hari ini.
Apakah salah jika kita ingin belajar ???
yaa belajar disini g hanya belajar menjawab soal maupun membaca buku, belajar yang aku maksud itu belajar dari sebuah pengalaman hidup,,
apakah semua orang sukses itu hanya melewati satu dua tiga kegagalan?
entahlah tapi menurutku tidak,,
langsung aja aku cerita tentang kejadian sore ini, sudah tidak dipertanyakan lagi setiap hari sabtu sore di langgar ar- Rosyad diadakan pengajian rutinan ibu- ibu jamaah disini,
dan yang biasa diisi oleh ustadz atau mubaligh" yang benar- benar telah memiliki ilmu yang banyak,
nah aku pernah diminta untuk mengisi atau kata lain menggantikan bapak mubaligh karena beliau belum datang, akhirnya akupun mau dan aku niatkan semua itu untuk belajar, masyaAllah groginya luar biasa,
kemudian pertemuan selanjutnya mubaligh tidak datang lagi kemudian belum ada yang mengganti belu ada, akhirnya aku coba lagi,,
masih belum lancar, grogi lagi
entah kenapa, aku merasa grogi dengan teman- temanku, ilmu yang aku miliki belum seberapa tapi kenapa aku berani menyampaikan,,
sekali lagi untuk belajr.
hari ini, aku sudah dihiraukan sama sekali. entah mereka kecewa ataupun apa aku tak perduli,,
aku kembali muncul dan menyampaikan apa yang telah aku dapatkan di kampus,,
nah grogi kembali muncul, aku merasa kehabisan materi yaah karena mendadak,,
tapi aku berlanjut, aku selalu menenangkan diri dengan memotivasi diri, "jangan khawatir Ifah ini semua adalah proses belajar, dan sekaligus muhasabah diri bahwa ilmu kamu harus ditambah dan BERJUANGLAH"
kenapa salah satu impianku adalah menjadi mubalighoh yang baik, dan profesional, karena, suatu saat aku diceritakan oleh ibu aku, bahwa ketika ibu menamai aku dengan SYARIFAH ya itu karena beliau dulu bertemu dan menyaksikan tausyiah di Solo, an yang mengisi adalah mubalighoh dan sangat hebat,,/
aku merasa itu adalah sebuah amanat bagiku,,, dan aku harus berjuang untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan orang tuaku,,
Do'akan aku Ibu, Bapak, Kakak Adik dan semuanya,,,#Bismillah Yakin Allah pasti akan membukakan pintu rahmat itu ,,,, entah kapan,,, Berusaha dan berdo'a,,
#salam hangat ifah untuk pembaca
Apakah salah jika kita ingin belajar ???
yaa belajar disini g hanya belajar menjawab soal maupun membaca buku, belajar yang aku maksud itu belajar dari sebuah pengalaman hidup,,
apakah semua orang sukses itu hanya melewati satu dua tiga kegagalan?
entahlah tapi menurutku tidak,,
langsung aja aku cerita tentang kejadian sore ini, sudah tidak dipertanyakan lagi setiap hari sabtu sore di langgar ar- Rosyad diadakan pengajian rutinan ibu- ibu jamaah disini,
dan yang biasa diisi oleh ustadz atau mubaligh" yang benar- benar telah memiliki ilmu yang banyak,
nah aku pernah diminta untuk mengisi atau kata lain menggantikan bapak mubaligh karena beliau belum datang, akhirnya akupun mau dan aku niatkan semua itu untuk belajar, masyaAllah groginya luar biasa,
kemudian pertemuan selanjutnya mubaligh tidak datang lagi kemudian belum ada yang mengganti belu ada, akhirnya aku coba lagi,,
masih belum lancar, grogi lagi
entah kenapa, aku merasa grogi dengan teman- temanku, ilmu yang aku miliki belum seberapa tapi kenapa aku berani menyampaikan,,
sekali lagi untuk belajr.
hari ini, aku sudah dihiraukan sama sekali. entah mereka kecewa ataupun apa aku tak perduli,,
aku kembali muncul dan menyampaikan apa yang telah aku dapatkan di kampus,,
nah grogi kembali muncul, aku merasa kehabisan materi yaah karena mendadak,,
tapi aku berlanjut, aku selalu menenangkan diri dengan memotivasi diri, "jangan khawatir Ifah ini semua adalah proses belajar, dan sekaligus muhasabah diri bahwa ilmu kamu harus ditambah dan BERJUANGLAH"
kenapa salah satu impianku adalah menjadi mubalighoh yang baik, dan profesional, karena, suatu saat aku diceritakan oleh ibu aku, bahwa ketika ibu menamai aku dengan SYARIFAH ya itu karena beliau dulu bertemu dan menyaksikan tausyiah di Solo, an yang mengisi adalah mubalighoh dan sangat hebat,,/
aku merasa itu adalah sebuah amanat bagiku,,, dan aku harus berjuang untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan orang tuaku,,
Do'akan aku Ibu, Bapak, Kakak Adik dan semuanya,,,#Bismillah Yakin Allah pasti akan membukakan pintu rahmat itu ,,,, entah kapan,,, Berusaha dan berdo'a,,
#salam hangat ifah untuk pembaca
Komentar
Posting Komentar