I love Art
Baru kali ini aku
bisa mengunjungi pameran
kartun, Internasioanal pula. G nyangka di Solo ada pameran internasioanal,
awalnya aku tidak mengetahui kalau ada pameran. Tapi berkat informasi temanku
dari asrama putra, ya aku mengetahui dan aku bisa mengunjungi pameran itu,
thanks ya bro.pameran itu di gelar di Monumen pers Solo, tepatnya di
Perpustakaan daerah Solo. Perjalanan menuju ke monumen pers harus menempuh
dengan alat transportasi, mualai dari ojek, angkutan umum juga bisa dengn
taksi,
tapi berhubung kami
anak asrama dan kami menyesuaikan dengan kantong kami, ya kami menggunakan
angkutan umum yang bertuliskan di mobil orange itu 06, itu angkot yang selalu
ada untuk perjalanan kami anak asrama, kami menuju terminal tirtonadi dahulu
lalu lanjut kami naik angkot 06 selanjutnya, waku berjalan dan kami menikmati
perjalanan dengan sendau gurau, meskipun di angkot banyak orang yang memperhatikan
kami, tapi kami tak hiraukan itu, seru!!
tepat pukul 12.00 WIB, kamipun segera mencari tempat untuk sholat, kami mencoba bertanya kepada satpam disana. “pak mushola dimana ya?, tanyaku dengan sedikit malu. “Disana dek belankang gedung ini”,sahut pak satpam sampbil menunjuk ke gedung Monumen.
akhirnya pun kami langsung menuju mushola, dan berwudhu, sebelum berwudhu kami masih sempatkan untuk bernarsis ria, namanya juga anak muda, biasalah ajang eksis. Setelah kami puas berfoto, segera kami laksanakan kewajiban kita yaitu sholat Dzuhur. Seusai sholat kami menuju gedung dan mulai menyaksikan pameran itu, aku terkagum-kagum melihat indahnya lukisan-lukisan kartun yang tertempel di tembok putih itu, akupun tercengang memandangi ukiran-ukiran kayu yang berda di pojok pojok ruangan itu, begitu menarik. Dan tidak hanya itu, di sana banyak danbo yang terbuat dari kardus-kardus bekas dan cocok untu teman berfoto, lucu sekali.
setelah beberapa menit melihat-lihat lukisan itu, tiba-tiba ada yang mengejarku dari belakang, eeh ternyata mahasiswa dari UNS (Universitas Negeri Surakarta), langsung saja mbak-mbak itu ternyata mewawancaraiku, aku terkejut, waduh mau biacara aa nantinya? Akhirnya pertanyaan pertama, apa kesan tentnag pameran ini dan dengan reflek ku jawab “SPEKTAKULER”, hah saking bingungnya kata apa yang harus aku keluarkan.
tepat pukul 12.00 WIB, kamipun segera mencari tempat untuk sholat, kami mencoba bertanya kepada satpam disana. “pak mushola dimana ya?, tanyaku dengan sedikit malu. “Disana dek belankang gedung ini”,sahut pak satpam sampbil menunjuk ke gedung Monumen.
akhirnya pun kami langsung menuju mushola, dan berwudhu, sebelum berwudhu kami masih sempatkan untuk bernarsis ria, namanya juga anak muda, biasalah ajang eksis. Setelah kami puas berfoto, segera kami laksanakan kewajiban kita yaitu sholat Dzuhur. Seusai sholat kami menuju gedung dan mulai menyaksikan pameran itu, aku terkagum-kagum melihat indahnya lukisan-lukisan kartun yang tertempel di tembok putih itu, akupun tercengang memandangi ukiran-ukiran kayu yang berda di pojok pojok ruangan itu, begitu menarik. Dan tidak hanya itu, di sana banyak danbo yang terbuat dari kardus-kardus bekas dan cocok untu teman berfoto, lucu sekali.
setelah beberapa menit melihat-lihat lukisan itu, tiba-tiba ada yang mengejarku dari belakang, eeh ternyata mahasiswa dari UNS (Universitas Negeri Surakarta), langsung saja mbak-mbak itu ternyata mewawancaraiku, aku terkejut, waduh mau biacara aa nantinya? Akhirnya pertanyaan pertama, apa kesan tentnag pameran ini dan dengan reflek ku jawab “SPEKTAKULER”, hah saking bingungnya kata apa yang harus aku keluarkan.
Setelah puas menyaksikan
pameran itu, kamipun menggores coretan-coretan atau tanda tangan di papan yang
memang disediakan untuk mencoret-coret. Setelah itu perut kamipun bernyanyi, ya
mungkin itu tanda harus kami beri asupan makanan, akhirnya kamipun mencari
tempat makan, tapi muncul masalah, padahal awalnya pengen sekali kami memebeli
mie ayam, tapi salah satu dari kita tak menyukai itu, tapi akhirnya 4 lawan
satu, diapun yang mengalah, sebenernya sih dia doyan, tapi tak begitu suka. Kamipun
disana tambah pengalaman yang unik, yaitu ajang latihan memakai supit hehe,
serunya, sampai mie yang akan kami masukkan ke mulut jatuh semua, namanya juga latihan, maklum lah, biarkan kami berkembang,hehe
setelah rasanya kenyang, akhirnya kita putuskan untuk pulang dengan angkot yang sama yaitu 06, tapi angkot itu jarang sekali lewat, terpaksa kita harus menunggunya ber jam-jam, yang sering lewat hanya Bis Solo Batik Trans(BTS) tapi kita tidak bisa memakai bis itu karena beda jalur. Setelah lelah menunggu akhirnya datang juga angkot itu. Kami naik dan sambil menghempaskan rasa capek kami. Dan sekitar 15 menit, akhirnya kami sampai di asrama. Menakjubkan,, pengalaman yang tak terlupakan.
# Rifah’s (30 April 2014)
serunya, sampai mie yang akan kami masukkan ke mulut jatuh semua, namanya juga latihan, maklum lah, biarkan kami berkembang,hehe
setelah rasanya kenyang, akhirnya kita putuskan untuk pulang dengan angkot yang sama yaitu 06, tapi angkot itu jarang sekali lewat, terpaksa kita harus menunggunya ber jam-jam, yang sering lewat hanya Bis Solo Batik Trans(BTS) tapi kita tidak bisa memakai bis itu karena beda jalur. Setelah lelah menunggu akhirnya datang juga angkot itu. Kami naik dan sambil menghempaskan rasa capek kami. Dan sekitar 15 menit, akhirnya kami sampai di asrama. Menakjubkan,, pengalaman yang tak terlupakan.
# Rifah’s (30 April 2014)
Komentar
Posting Komentar